happy brithday to you..maybe i'm so lately to say this..
but i hope..u will be happy,and ur dream become true..^^
saranghae umma...^^ (by me,appa,and oppa..*halah*)
halah banyak bacot..let's cekidot...
+++++
Hana POV
Bukan waktu yang tepat saat ini,saat dimana aku harus berkutik dihadapan sebuah kanvas kosong,bersih belum ternodai oleh cat air yang ada disamping kanvas itu…bukan waktunya aku memikirkan hal lain selain membuat sebuah goresan,lengkungan,sketsa,
“TaDadada..”seseorang tiba-tiba menepuk-nepuk pundakku,hampir saja membuatku menjatuhkan kuas baruku itu.aku menoleh kearah orang itu dengan tatapan membunuh.
“ya..Changmin-ssi..kau mengangetkanku”aku menepis tangannya yg ada dipundakku.
“hehe..mian..mian”maaf-nya
Aku kembali menatap kanvas didepanku,tanpa memedulikan Changmin yg ada dibelakangku.namun aku masih bingung,harus kubuat apa kanvas yg ada dihadapanku ini,rupanya sang inspirasi belum juga mau menampakkan batang hidungnya.
Tanpa diperintah tiba-tiba Changmin berdiri dibelakang kanvas kosong yg ada dihadapanku,tubuhnya yg jangkung..menjulang tinggi dibalik kanvas milikku itu.
“yya..apa yg kau lakukan dibelakang kanvasku”tanyaku ketus padanya,memang sekarang mood-ku sedang buruk,karena aku harus menyelesaikan tugas yg satu ini.
“hmm..menurutmu sedang apa aku berdiri disini”sahutnya sambil mengelus dagunya yg runcing,dan memicingkan matanya kearahku.
Aku mengedikkan bahuku,tentu saja aku tak tahu apa yg ingin diperbuatnya dibalik kanvas itu,heh..dan apakah itu penting jika aku meladeni pertanyaannya yg tak masuk akal itu.
“terserah kau sajalah..mau berbuat apa”balasku tak menghiraukan dirinya.
“ya…Hana-ssi,sebenarnya aku ingin menolongmu..kau ini tidak peka sama sekali”ucapnya dengan mengerucutkan bibirnya,karena tak dihiraukan olehku.
“bbo?!..mau menolongku!!..dengar yah changmin-ssi,kau tidak menolong saja itu juga sudah cukup membantu diriku,jadi sebaiknya kau menyingkir dari sana..kau cuma menghalangi pemandangan indah yg ada dibalik tubuh jangkungmu itu”ocehku sambil mengetuk-ngetukkan kuasku keatas meja kecil yg ada sisi kiriku.
Changmin semakin mengerucutkan bibirnya tanda tak terima dengan perkataanku barusan.dia berjalan kearahku,dan tiba-tiba mencubit kedua pipiku.
“hey..begitukah sikap seorang wanita terhadap kekasihnya”marah Changmin padaku.
“ya..aww..”ringisku,mengel
“kau ini..saking sibuknya mengurusi gallery-mu itu..sampai pacar sendiri kau abaikan”ucapnya manja sambil merangkul leherku dengan kedua lengannya dari belakang punggungku.
Aku menarik nafas dan menghembuskannya perlahan,apa yg dikatakan barusan oleh Changmin sangat benar,akhir-akhir ini aku terlalu disibukkan oleh pekerjaanku sendiri,hingga waktuku bersama Changmin menjadi terkurangi.
“mianhe..”ucapku melunak,sambil mengenggam lengannya yg merangkul leherku,Changmin menopangkan kepalanya diatas pundakku.
“gwencana..”Changmin mengelus kepalaku dengan lembut.
“chagiya..seharian ini,kulihat kau berada disini terus..apa kau tidak lelah?!sebaiknya kau beristirahatlah dulu sejenak”Changmin mengingatkanku..rupanya seharian ini juga dia terus memperhatikan diriku,aku sangat suka dengan sikapnya yg satu ini.
“hmm..baiklah”aku menuruti ucapannya.
Changmin melepaskan lengannya dari leherku,kemudian bak seorang pangeran,dia mengulurkan tangannya tuk membantuku berdiri.
“jadi sekarang waktuku menjemput tuan puteri untuk beristirahat”godanya
Aku tersenyum mendengarnya.”hmm…baiklah sekarang aku akan menuruti kata-kata pangeran dan mengikuti kemanapun kau pergi”balasku,menerima uluran tangannya.
“that’s great..”sahutnya sambil mengapitkan tanganku kelengannya.
+++++
Changmin POV
Udara malam ini sangat dingin,cukup membuat tanganku sedikit gemetar,juga tangan Hana yg berdiri disampingku.aku meraih tangannya dan mengenggamnya dengan erat,membuat Hana tersentak dan menoleh padaku.
“hmm..rasanya sekarang tanganku lebih hangat yah”gumamku sambil meliriknya.
Hana hanya tersenyum mendengarnya.
Kami berdua baru saja selesai menikmati makan malam dikawasan Jeongjugi,disalah satu restaurant terbuka yg letaknya tak jauh dari tempat jalan-jalan kami tadi.
“indah..”decak Hana..matanya tak lepas dari pemandangan yg ada didepan kami,taman luas dengan danau kecil disisinya..dan menurutku juga sangat indah,ditambah lagi dengan lampu hias dipinggir-pinggirnya.
“kau suka”tanyaku,yg dibalasnya dengan anggukan kepalanya.
Sebentar lagi musim dingin karena sekarang sudah bulan desember,dan juga selain itu ada sesuatu yang tak boleh kulupakan pada bulan ini,aku tersenyum dan menoleh kearah Hana.
Joeng Hana..wanita yang sekarang berada disisiku inilah adalah sahabat sekaligus kekasihku sampai sekarang,awal kali ku mengenalnya saat kami sudah memasuki peguruan tinggi di Universitas Yongsan.
Aku yang saat itu sedang asik bermain basket bersama teman-temanku,tak sengaja melempar bola basket hingga mengenai Hana yg sedang membawa peralatan melukisnya,hingga membuat beberapa cat air dan kuasnya jatuh kelantai.
Hana menatap kearah kami dengan pandangan ingin membunuh,aku bergidik juga melihatnya,begitu juga dengan teman-temanku,akhirnya aku mengambil inisiatif tuk menghampiri dan meminta maaf padanya.
“mianhe..”maaf-ku padanya sambil membungkuk dalam.
Hana rupanya tak menghiraukan diriku dan malah mengambil barang-barangnya yg jatuh tadi,aku merunduk tuk membantunya,dia malah menepis tanganku.
“tidak perlu”ucapnya jutek.
Dan tanpa menoleh kearahku,dia langsung melangkah pergi dengan langkah yg cepat.
“dasar jutek”batinku saat itu.
“ya..Changmin-ahh..”suara Hana membuyarkan lamunanku akan masa lalu.
“eh-he..ya..”sahutku
“kau..kenapa dari tadi hanya tersenyum-senyum sendiri..membuatku takut saja”
Aku menggaruk kepalaku yg tak gatal mendengarnya sambil meringis.
“ani..aku tersenyum karena melihatmu juga tersenyum”
Rupanya perkataanku barusan membuat Hana malu,karena kulihat seketika wajahnya merona merah,sangat manis membuat tanganku bergerak tuk mencubit pipi-nya yg merona itu.
“ahh..ya..sakit”Hana memonyongkan bibirnya kedepan setelah mendapat cubitan mendadak dariku,dia terlihat semakin menggemaskan.
“Hana-ssi kau manis sekali..”tuturku dengan jujur.
“heh..kau kenapa sekali suka mencubit pipiku sih?”Hana mengusap-usap pipinya.
“kau mengalihkan pembicaraan…”
“ti-tidakk..”ucapnya tergagap,dan membuang wajahnya kearah lain.
“kau mau tahu alasanku..mengapa sering mencubit pipimu…”kataku berharap dia penasaran.
“apa?!”Hana kembali memandangku,sambil mengembungkan kedua pipinya.
“itu karena kau sangat lucuu..”sekali lagi aku mencubit pipinya,kulihat Hana melotot dan memukul-mukul dadaku,aku menahan tangannya yg terus memukuliku.
“Hana”panggilku,saat mata kami saling bertemu.
Hana terdiam,begitu juga denganku yg dalam sekejap terpatung karena tatapan matanya yg mengunci diriku.Lama kami berdua saling berpandangan menyusuri kedalam mata masing-masing.
Mata Hana yg bulat berwarna kecoklataan ketika diterpa cahaya bulan yg tepat berada diatas kami,membuat matanya menjadi ikut bercahaya begitu indah,dan aku terhipnotis oleh matanya itu.tanganku yg tadi memegang tangannya beralih menyentuh kedua pipinya yg lembut dan sedikit dingin oleh udara malam ini.Hana terus saja memandangku,dan aku mendekatkan wajahku kewajahnya,kucondongkan sedikit tubuhku kedepan.Lalu mengecup lembut keningnya.
“saranghae Hana-ssi”bisikku ditelinganya,kemudian merengkuhnya kedalam pelukanku.
Hana membals pelukanku,samar-samar kudengar suaranya.
“nado..saranghae”
+++++
19 Desember
Butiran-butiran berwarna putih mulai berjatuhan menutupi jalanan dikota Seoul.aku bergegas berlari kesebuah toko yg tak jauh dari tempat kerjaku.
“eoseo sipisyo”sapa salah satu pelayan toko itu ramah sambil membukakan pintu untukku.
Aku tersenyum dan membungkuk tanda berterimakasih.
“ah..anda Tuan Shim Changmin?!”tanyanya.
“ne..”sahutku.
“pesanan anda sudah selesai tuan”dia memberitahu sambil mengantarku kesalah satu estalase,sampai disana dia menunjukkan benda yg sudah sebulan lalu aku pesan,berkilat dengan indah,aku tersenyum puas.
Setelah membayar dan membungkus benda itu,aku mengucapkan terimakasih kepada pelayan yg tadi melayaniku.
“gamsahamnida”
“ne..gamsahamnida,kapan-ka
Aku mengangguk tersenyum dan keluar dari toko itu.
+++++
Hana POV
Aku berdiri disalah satu pemberhentian bus,menunggu seseorang yg tadi menelponku tuk mengajak bertemu.
“ya..dia lama sekali”gumamku kesal,mataku tak lepas dari kiri dan kanan jalanan yg sebagian sudah tertutupi salju.
Tiba-tiba dari arah yg berlawanan kulihat seorang laki-laki berlari dengan mantelnya kearahku.
“JOENG HANA”teriaknya sambil berlari.
“ya-Changmin..hati-hati”ak
Changmin menghampiriku dengan tersengal-sengal.
“ya..kau ini,tak perlu berlari-lari sambil berteriak seperti itu..seperti anak kecil saja”ucapku marah-marah,sambil membersihkan mantelnya dari salju yg jatuh sewaktu dia berlari tadi.
“bisahkah kau simpan suaramu untuk nanti saja”sahut Changmin yg sudah menggengam tanganku,dan menariknya memasuki sebuah bus yg berhenti didepan kami.
“waktu yg tepat”ucapnya pelan.
Aku kebingungan,aku masih tidak mengerti mengapa tiba-tiba dia mengajakku tuk bertemu,dan juga menaiki bus ini,sebenarnya dia ingin membawaku kemana?
Seribu pertanyaan bergumul dikepalaku,tapi saat kutanyakan padanya,Changmin hanya membalasnya dengan senyuman tanpa kata.
“nanti kau juga akan tahu”jawabnya,saat aku bertanya kesekian kalinya.
Ya sudahlah,aku pasrah saja,toh..nanti juga aku akan tahu sendiri tempat yg dituju itu.
+++++
Changmin POV
Aku menarik tangan Hana,dan membawanya keluar dari bus.
“ya..dimana kita”Tanya Hana,dia bingung dengan tempat kami berada sekarang.
“ikuti saja aku”aku mengandeng tangannya menuju suatu tempat yg sebelumnya sudah kupersiapkan untuk ini,jantungku berdegup dengan keras antara gugup dan bahagia saat berduaan begini dengan Hana,rasanya tak sabar menunjukkan ini padanya.
“nah..Hana..sebelumnya aku akan menutup matamu”ucapku tanpa menunggu jawabannya,namun tenyata ia hanya patuh dan menuruti kata-kataku.
Aku menutup matanya dengan kedua tanganku,dan membimbingnya berjalan.
“nah,sekarang kita sudah sampai..”aku melepaskan tanganku,dan berpindah kesisi Hana.
Hana membuka matanya dengan perlahan,kulihat dia menutup mulutnya,takjub…
“Changmin i-ini..”Hana menatapku,matanya meminta penjelasan padaku -apa maksud semua ini –
Aku berpaling menghadapnya,dan melangkah mundur selangkah demi selangkah.
“seangil chukahamnida..seangil chukkahamnida…saranghaen uri Hana..seangil chukahamnida..”aku menyanyikan lagu ulang tahun untuknya,Hana diam menatapku..namun perlahan kulihat senyum menghiasi wajahnya bersamaan dengan butiran air mengalir kewajahnya.
“ HANA..NOONA..SARANGHAE..”t
Aku membentangkan kedua tanganku.
“kemarilah..”
Hana seperti mengerti maksudku,dia segera berlari kearahku dan menghambur kedalam pelukanku.kemudian terisak diatas dadaku,aku mengeratkan pelukanku dan mengecup kepalanya.
“gumawo..Changmin-ah..guma
“ I Love you too”balasnya dan tersenyum dengan manis,ini pertama kalinya aku melihat Hana tersenyum dengan sangat manis bak seorang bidadari.
“kau senang”
“tentu saja..aku sangat senang dan terharu..”
“tempat ini..
“tempat ini sangat indah,apa kau yg menata bunga-bunga Chrysant itu”potong Hana dengan mata yg berbinar-binar.
“ne..aku tau kau sangat suka bunga itu”aku menata bunga-bunga Chrysant itu membentuk dua hati yg saling bertautan
“aku..aku tak tahu harus berkata apalagi padamu..Gumawo”kalimat itu keluar dari mulut Hana.
“seorang kekasih akan melakukan apapun untuk gadisnya dihari ulangtahunnya ini”
“kau..tau aku bahkan lupa,kalau hari ini ulangtahunku”
“aku sudah menduganya..kau kan bukan seseorang yg gampang mengingat sesuatu”sindirku,Hana memonyongkan bibirnya.
“hehe..bercanda”ucapku sambil bejalan mendekatinya.
Aku mengenggam kedua tangan Hana,sambil menatap wajahnya dan kedua matanya.
Kemudian berlutut dihadapannya.
+++++
Hana POV
Changmin berlutut dihadapanku,tentu saja itu membuatku terkejut.
“Changmin..a-apa yg kau…
Belum sempat aku meneruskan perkataanku,Changmin sudah menautkan sebuah benda mungil yg indah ke jari manisku.
“will you marry me..”tanyanya,rasanya tubuhku mematung dalam sekejap,jantungku berhenti berdetak,dan mulutku terkatup rapat,suaraku tercekat ditenggorokan saat Changmin mengucapkan itu.apakah aku sedang bermimpi,apakah kakiku masih menginjak bumi,atau sudah melayang entah kemana.
Changmin mendonggakkan kepalanya,mataku bertemu dengan matanya,kemudian dia berdiri dihadapanku.
“only you, if it's not you, I can't be fixed…I wouldn't be able to breathe again….it's only you my baby it's only you”dia bernyanyi didepanku,suaranya sangat merdu.aku hanya mampu memejamkan mataku tuk mendengarnya,rasanya aku sangat bahagia,mataku terasa hangat,dan perlahan air mata pun kembali mengalir membasahi wajahku.
Changmin mencium kedua mataku,dan mendekap tubuhku.
“will you marry me..Hana-ssi”ulangnya.
Tentu saja..aku menginginkannya,aku pun mengangguk sebagai jawabannya,karena rasanya aku tak sanggup bersuara lagi.kurasakan Changmin mengeratkan dekapannya ditubuhku.
“gumawo..”bisiknya pelan ditelingaku.
Sekarang aku sangat bahagia disisinya mulai sekarang,besok,dan seterusnya..semoga kami akan selalu bersama selamanya.
Tuhan..jagalah cinta kami berdua..biarkan cinta itu mekar ditengah salju yg turun ini.
Tuhan..biarkan aku terus berada disisi gadisku ini,dan terus menjaganya dan melindungiku.
Karena aku sangat mencintai gadisku ini.
__Changmin__
My love for you never dies
Like a candle that never goes out,
My love for you burns on and on.
Please say yes as I ask you this,
Sweet angel of God, pure precious dove,
Will you marry me my love?
Salju kembali turun satu persatu,berjatuhan dengan lembut diantara mereka yang sedang dibalut dengan kekuatan cinta yang bersemi indah bahkan dimusim dingin sekalipun.
++++++++++
I think I've waited long enough,
Let enough time go by,
To know just what I need in my life.
When I look at you right now,
My heart is telling me why,
You're the only one for me.
An' tonight, if you let me ask you this,
With Heaven as my witness:
Will you marry me?
I wanna be with you for all eternity.
I swear my love for you will always be.
Here, on bended knee,
Baby, I'm asking, please,
Will you marry me?
All that I see in your eyes,
Let me save deep inside,
'Cause I don't wanna lose one moment of you.
Lookin' like the picture in my dreams,
One that I see comin' true.
'Cause you're dreamin' the same dream I do.
Please let me ask you this,
All of Heaven as my witness:
Will you marry me?
I wanna be with you for all eternity.
I swear my love for you will always be.
Here, on bended knee,
Baby, I'm asking, please,
Will you marry me?
You're the only thing I've ever been this sure of.
More than anything I've ever wanted before.
Will you marry me?
I wanna be with you for all eternity.
I swear my love for you will always be.
Here, on bended knee,
Baby, I'm asking, please,
Will you marry me?
Will you marry me?
Oh.
(Will you marry me?)
Will you marry me?
(I wanna be with you for all eternity.)
Be with you.
(I swear my,) love for you will always be.
Right here, on bended knee,
Oh, baby, I'm asking, please,
Will you marry me?




No comments:
Post a Comment