*Choi Minho
*Lee Taemin
*Angela White/Kwon Seena is Seena Kwon unnie
*Alice Rosario/Hwang Jung Eum is Lint Hwang ‘Jung Eum’
Disclaimer : all in this just my imagination..
Inspired by: banyak banget..sampai tak dapat saya sebutkan satu-satu..terutama dulu..lagu Magic Castle’nya DBSK..^^
~Enjoy~
+++++
Part.3
Part.3
Angela menceritakan kepada Minho dan Taemin bahwa Grein Regina adalah penyihir kepercayaan ayah mereka,Raja Lord Dolphson..dan juga salah satu dari 10 penyihir yg membantu membangun Magic castle tersebut.
“kerajaan kami..kerajaan Magisstic merupakan satu-satunya kerajaan penyihir yg ada di wilayah utara,dulu sekali kehidupan penyihir sangat damai dan hidup dalam kententraman..hingga suatu ketika kerajaan Magisstic di serang oleh penyihir hitam dari wilayah Barat yg dipimpin oleh Etha,dia membunuh banyak penyihir di kerajaan kami,termasuk ibu kami..Ratu Deldriess..waktu itu ibu berusaha melindungi kami dari serangan mantra kutukan Etha,beliau mempertaruhkan nyawanya untuk kami berdua..” Angela mengangkat wajahnya berusaha untuk tidak terlihat sedih dihadapan Minho dan Taemin,walaupun suaranya terdengar bergetar.
“dan kastil ini..dibangun ayah setelah 3 bulan kematian ibu,Grein Regina adalah salah satu penyihir putih yg ikut andil membangun kastil ini..dan beliau juga yg merawat kami semenjak ibu kami meninggal..lalu saat aku berumur 10 tahun,kerajaan kami kembali diserang oleh Etha..dan serangan kedua darinya tersebut,kembali merenggut banyak nyawa,termasuk ayah kami.. ” Alice menggenggam bahu kakaknya yg mulai merosot lemah karena menceritakan hal itu.
Minho yg sedari tadi menatap dan mendengarkan Angela bercerita,merasa iba dengan gadis itu.ternyata kedua orangtuanya telah meninggal,bahkan dibunuh oleh penyihir hitam yg sama,yaitu Etha..sedangkan dirinya dan Taemin seharusnya merasa bersyukur karena masih mempunyai ibu,walaupun nyawa ibunya tersebut sewaktu-waktu bisa terancam.
Alice melanjutkan cerita,karena dilihatnya kakaknya itu sudah tidak sanggup tuk berbicara.
“Grein Regina telah berjasa banyak untukku dan kakakku,dia yg telah merawat kami,menjaga dan melindungi kami,layaknya seorang ibu bagi kami berdua..,kami sangat menyayangi Grein Regina sebagai seorang ibu,sekalipun dia hanya seorang Grein(penyihir putih ksatria)..
“kami sangat menyesal dan merasa bersalah saat Grein Regina menerima tawaran Etha tuk jadi kaki tangannya,saat itu memang tak ada pilihan lain selain menerima tawaran tersebut,karena kekuatan Grein Regina sudah habis terkuras tuk melawan Etha,dibalik itu Grein Regina juga berusaha melindungi kami berdua,dan meminta Etha tuk tidak membunuh kami..sebaliknya malah mengurung kami dikamar besi,semua itu dilakukan Grein Regina tuk melindungi kami” Angela yg berdiri disebelah Alice tiba-tiba menepiskan tangan Alice,lalu berjalan kearah Minho dan Taemin dan langsung berlutut dihadapan dua laki-laki tersebut.
“kakak..” panggil Alice lirih,saat kakaknya menjatuhkan diri ketanah,dan berlutut dihadapan Minho dan Taemin,begitu juga dengan Minho dan Taemin kaget karena hal tersebut.
“maaf..karena kami berdualah..Grein Regina rela dijadikan budak oleh penyihir jahat itu,hingga nyawanya sendiri terancam bahaya..maafkan kami” Angela memohon maaf dengan tulus,karena merasa bersalah.
Taemin menggaruk kepalanya kebingungan,sedangkan Minho mengangkat bahu Angela agar gadis itu berdiri,dan menggenggam bahu Angela dengan erat
“ini bukan kesalahan kalian berdua..kalian tidak perlu meminta maaf pada kami,ibu melakukan hal yg tepat untuk melindungi kalian,bukankah itu sudah menjadi kewajiban penyihir ksatria seperti kami tuk melindungi Qwinsha(penyihir bangsawan)” ucap Minho bijaksana.
+++++
Dengan nafas tersengal-sengal Regina berusaha menahan rasa sakit ditubuhnya,walaupun serangan sihir dari Etha bertubi-tubi,telah membuatnya tak sanggup tuk berdiri lagi.
Etha melangkah maju mendekati tubuh Regina yg tergeletak lemas tak berdaya dilantai marmer kastil yg dingin.dan dengan sekali sentak mengangkat paksa wajah Regina sampai bertatapan dengan wajahnya.
“kau..gadis tak berguna,apa masih pantas disebut penyihir putih berbakat..bahkan dirimu sekarang sudah tak berdaya lagi,lebih menggenaskan dari bangkai hewan” ucapan pedas dari mulut Etha berupa hinaan yg ditujukan pada Regina.
Regina mencoba tuk melawan tatapan mata Etha yg jahat bagai iblis,dirasakannya kuku-kuku panjang Etha yg mencengkram wajahnya seperti merobek kulit diwajahnya tersebut.sedangkan sebelah tangan Etha mengancungkan tongkat sihirnya hanya beberapa centi dari wajahnya.
Etha ingin menyerang Regina kembali dengan tongkatnya,namun gerakannya terhenti karena Etha merasakan sebuah aura..
Aura yg baginya akan membawa keburuntungan..
+++++
Minho dan Taemin telah menyetujui permintaan Angela dan Alice untuk membantu mereka memusnahkan Etha,juga menyelamatkan Grein Regina dari perbudakan Etha.
Sekarang mereka berempat berdiri didepan pintu kastil yg besar.
Sebelum Angela dan Alice mengeluarkan sihirnya tuk membuka pintu itu,tiba-tiba pintu kastil tersebut membuka dengan sendirinya.Angela dan Alice saling berpandangan..sedangkan Minho dan Taemin berdiri dengan gugup dibelakang dua gadis itu.
“tidak seperti biasanya..”ucap Angela pelan.
“maksudmu” Tanya Minho dari belakang.namun tak ada jawaban dari Angela maupun Alice,mereka berdua malah menundurkan langkah mereka.
“hei..ada apa,mengapa kita tidak jadi masuk” Tanya Taemin bingung sekaligus kesal,karena merasa Angela dan Alice sudah mengulur waktu mereka tuk memasuki kastil tersebut.
“sepertinya kedatangan kita telah tercium oleh Etha”ucap Alice,dan tepat saat itu juga angin berhembus dengan kencang tak beraturan,hingga melindungi pandangan mereka berempat.suara angin ribut tersebut juga mengganggu pendengaran mereka.
“lari..”teriak Angela ditengah angin kencang itu,namun terlambat karena kaki mereka berempat tiba-tiba tak dapat digerakkan..seperti ada sesuatu yg telah menghalangi kaki mereka.
Bertepatan dengan hembusan angin yg meredup,sesosok bayangan muncul dari dalam kastil tersebut.Minho memincingkan matanya agar dapat melihat sosok itu dengan jelas,begitu juga dengan yg lainnya.
HAHAHAHA….suara tawa yg cukup nyaring dari sosok itu,sudah cukup menjawab..bahwa dia adalah Etha.
“anak-anak yg manis..kalian datang diwaktu yg tepat sekali..” suaranya terdengar berat dan menakutkan,sarat dengan aura jahat.
+++++
Disisi Etha berdiri seorang wanita lain yg memakai jubah hitam,wajahnya tidak terlihat karena tertutupi oleh pentup kepala yg ada dijubahnya.wanita itu hanya diam disisi Etha bagai budak yg patuh terhadap majikannya.
“akhirnya..kalian berdua kembali dengan sendirinya..bahkan membawa dua orang laki-laki..” senyuman licik Etha membuat Taemin geram melihatnya.
Etha mendekati ke-empat orang yg bediri dihadapannya tersebut,Dia telah mengunci gerakan mereka..hingga kaki-kaki mereka pun tak dapat digerakan,Etha melangkah mendekati Angela.
“Putri Angela..” Etha mengeluskan tongkatnya ke wajah Angela,sedangkan Angela menatap Etha dengan tatapan sinis mencoba melawan penyihir tua tersebut.
“kau tumbuh dewasa dengan cepat,lebih dari yg kubayangkan..”bisik Etha ditelinga Angela.
“apa yg kau inginkan dariku,Etha..”sahut Angela dengan suara lantang.
“Hah..apa yg kuinginkan darimu?! Kurasa aku tidak menginginkan apa pun darimu..” Etha mencengkram wajah Angela,hingga Angela meringis kesakitan..namun dia tak dapat melakukan apa-pun karena tubuhnya tak dapat digerakan..gara-gara sihir Erastus dari Etha(sihir pengunci gerakan tubuh).Alice yg melihat kakaknya meringis kesakitan juga hanya dapat menatap perih dalam diam.
“tapi..ada satu hal yg kubutuhkan..jiwamu..kekuat
“lepaskan kami..” entah dapat kekuatan dari mana Minho berkata demikian,membuat Etha menoleh kepadanya.
“Choi Minho..” desis Etha,yg kini berjalan mendekati Minho.Minho bertanya-tanya dalam hati bagaimana penyihir tua itu dapat mengetahui namanya.
“keturunan dari Grein…penyihir ksatria..sama seperti ibumu” lanjut Etha seakan-akan dapat mebaca pikiran Minho,sedangkan Minho mengangkat sedikit wajahnya dan membalas tatapan tajam dari Etha.
“ya..ampun..lihatlah Regina,anak-anakmu sudah tumbuh menjadi dewasa sekarang” ucap Etha dengan nada mengejek,sambil melangkah mendekati Regina yg dari tadi diam ditempatnya dengan wajah tertutup jubah.
“ibu..”gumam Minho dan Taemin hampir bersamaan,ketika mendengar Etha menyebut nama wanita berjubah hitam itu.
Etha berdiri disisi Regina,lalu menyentakkan penutup kepala yg menutupi sebagian wajah Regina..hingga wajah Regina terlihat sepenuhnya,Minho dan Taemin terbelalak saat melihat wajah ibunya itu penuh dengan luka goresan,bahkan masih menyisakan sedikit darah yg menetes-netes dari wajah wanita tersebut.Minho mengepalkan tangannya menahan amarah,begitu juga dengan Taemin.
Kemarahan dua beradik itu sudah mencapai ubun-ubun.Ingin rasanya Minho dan Taemin menghabisi Etha..karena dapat dipastikan luka-luka yg ada diwajah ibu mereka,disebabkan oleh perbuatan Etha.
Namun pandangan mata Regina sama sekali kosong dan dingin,seakan-akan dihadapannya tidak ada siapa-siapa.
“kurung mereka semua..dipenjara bawah tanah”perintah Etha pada Regina
Regina yg sudah seperti mayat hidup hanya melaksanakan perintah dari Etha tanpa suara,rupanya jiwanya telah dikontrol oleh Etha,hingga dia bahkan tidak mengenali kedua anaknya,Minho dan Taemin.
+++++
Lidah api menjulur-julur dibalik kuali besar,angin malam yg berhembus kencang tidak dapat mematikan nyala api tersebut,bahkan membuat nyala api itu semakin membesar.
Tepat ketika gerhana bulan malam ini,Etha akan melaksanakan upacara pemindahan jiwa yg sempat tertunda karena Angela dan Alice melarikan diri dari kastil,dan sekarang adalah kesempatan baik bagi Etha untuk melakukan upacara tersebut.Jiwa Angela dan Alice akan menjadi persembahan dalam upacara penting tersebut,sedangkan Minho dan Taemin..tentu saja,Etha tidak akan membiarkan mereka berdua hidup,malah sebaliknya..jiwa mereka juga akan dijadikan tumbal,bukankah empat jiwa penyihir putih itu lebih bagus…dengan begitu kekuatan Etha akan bertambah,dan takkan ada yg dapat mengalahkannya,dan niatnya tuk menguasai bumi akan tercapai sebentar lagi…
-Penjara Bawah tanah-
Angela,Alice serta Minho dan Taemin tak dapat berkutik didalam penjara besi tersebut,seakan-akan kekuatan mereka dihisap karena berada dialam penjara itu.
Alice menyadarkan tubuh kakaknya yg mulai melemah ke tembok,Angela mulai terbatuk-batuk,wajahnya pun memucat.
“kak..”panggil Alice lirih.Angela memandang wajah Alice sambil menggenggam tangan adiknya itu,dan memberikan seulas senyum hangat,walaupun Alice tahu bahwa kakaknya itu sedang merasa sangat kesakitan,tapi berusaha menutupinya dengan senyum itu.
Angela mencoba mengistirahatkan tubuh serta pikirannya,dia pun menutup matanya perlahan-lahan berharap pikirannya kembali jernih dan mencari jalan keluar dari sini..setidaknya kekuatan yg dimilikinya mampu membuatnya tuk menenangkan dirinya walaupun kekuatan tersebut hanya tersisa sedikit.
“apa dia baik-baik saja?!”Tanya Minho menepuk bahu Alice, karena merasa cemas dengan keadaan Angela.
Alice memandang Minho sekilas,lalu mengalihkan pandangannya pada kakaknya kembali.
“khasiat yg diberikan obat tidak akan bertahan lama,jika khasiat tersebut menghilang..maka tubuh kakak akan kembali lemah” jelas Alice sambil menatap nanar kearah kakaknya.
Minho berjongkok disamping tubuh Angela,kemudian meraih sebelah tangan Angela dan menggenggamnya dengan erat,entah perasaan apa yg meliputi hatinya sekarang,tiba-tiba Minho merasa harus menjaga gadis yg ada dihadapannya itu,bukankah sudah tugas seorang Grein tuk melindungi penyihir bangsawan,tapi..apakah karena terikat hal tersebut Minho jadi ingin melindungi gadis tersebut,ataukah..karena hal yg lain..
dia hanya merasa hatinya mengatakan dirinya tuk melindungi Angela.
“Putri Alice..kau beristirahat sajalah dulu,biar aku yg menggantikanmu tuk menjaga Putri Angela” Alice menoleh kearah Minho,sebelum akhirnya mengangguk dan melepaskan genggamannya pada tangan Angela.Minho duduk menggantikan posisi Alice tadi,sedangkan Alice beranjak dan menghampiri Taemin yg sedari tadi hanya meninju-ninju tembok penjara tersebut.
“apa kau akan terus-terusan meninju tembok itu..” suara Alice membuat Taemin tersentak dan menoleh kearahnya.
“percuma..toh..temboknya juga tidak akan hancur,walaupun kau tinju terus-terusan seperti itu” tanpa diduga Alice meraih tangan Taemin yg sedikit berdarah dan bengkak karena meninju tembok tadi,lalu mengambil sapu tangan yg ada disaku jubahnya,dan membalutkan sapu tangan tersebut pada tangan Taemin.Taemin diam saja sambil menatap Alice dan memerhatikan gadis itu membalut tangannya.
“nah,sekarang simpan kekuatanmu itu..untuk melawan Etha nanti..lebih baik sekarang kita memikirkan cara,bagaimana agar kita semua bisa keluar dari penjara bawah tanah ini” Alice duduk dan menyandarkan tubuhnya sendiri ke tembok,Taemin mengikuti Alice dan duduk disamping gadis itu.
“bagaimana dengan keadaan kakakmu”Tanya Taemin mencoba tuk mencari topik pembicaraan,karena merasa canggung berada sedekat ini dengan Alice.terdengar Alice menghela nafas berat,saat Taemin menanyakan hal tadi.
“ada apa..?!” Taemin bingung karena mendengar Alice yg menghela nafas.Alice memandang Taemin dan melemparkan sebuah senyum.
“kakakmu..menawarkan dirinya tuk menjaga kakakku”sahut Alice.
“ohh..” ucap Taemin tak tahu harus menjawab apa lagi,entah mengapa lidahnya jadi susah tuk berbicara,setelah tadi mendapat senyum dari Alice.Taemin mengalihkan pandangannya kearah jeruji-jeruji besi didepannya yg mengurung mereka berempat di penjara ini.tiba-tiba Alice menjatuhkan kepalanya kebahu Taemin,membuat Taemin tersentak tuk yg kedua kalinya.tanpa berani memandang Alice,dibiarkannya kepala gadis itu bersandar dibahunya.
+++++
Tinggal beberapa jam lagi Etha akan melaksanakan upacara itu.
Sementara tubuh Regina yg sudah kembali sadar,melihat kesekelilingnya..dan langsung membelalakkan matanya saat melihat yg ada dihadapannya.
“kau..sudah sadar sekarang..aku membutuhkan bantuanmu,bawa ke-empat orang yg ada dipenjara bawah sekarang juga”perintah Etha menyadari bahwa Regina sudah sadar dari sihir yg diberikannya beberapa waktu lalu.
“a-pa..anda.s-sudah menemukan Putri Angela dan Alice”Tanya Regina gugup,karena tiba-tiba dia sudah mendapati Etha menyiapkan upacara pemindahan jiwa,yg itu berarti Etha telah mendapatkan Angela dan Alice.Etha yg merasa terusik dengan pertanya Regina,langsung menatap tajam kearah Regina layaknya seorang iblis ingin membunuh lawannya.
“hahaha..mereka yg datang sendiri menemuiku..ditambah lagi dengan dua anak laki-laki”
“d-dua anak laki-laki..?!”
“ahh..kau tidak usah banyak tanya,cepat bawa mereka berempat kesini..”teriak Etha sambil menyihir Regina hingga tubuhnya terpental kebelakang.
Regina yg tak ingat apa-apa akhirnya pasrah melakukan perintah Etha,lalu berjalan menuju penjara bawah tanah dengan obor yg ada ditangannya,hingga sampai didepan penjaa tersebut..alangkah terkejutnya ia saat mendapati tidak hanya Angela dan Alice,tapi juga anaknya Minho dan Taemin yg berada didalam penjara tersebut.
“M-minho..Ta-emin..” ucap Regina bergetar namun cukup terdengar oleh pemilik kedua nama tersebut.
Tubuh Taemin langsung menegak,ketika melihat ibunya didepan jeruji-jeruji besi yg menghalanginya,begitu juga dengan Minho yg sedang menjaga Angela,langsung berdiri saat melihat ibunya itu datang.
“kalian..bagaimana mungkin..bisa..” Regina bicara tak beraturan,rasanya sulit mempercayai bahwa dua orang laki-laki yg dimaksud oleh Etha adalah Minho dan Taemin,anaknya tersebut.
+++++
“tidak mungkin..”Regina menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya,sesudah mendengar sedikit cerita dari mulut Taemin dan Alice barusan.
“kalian harus pergi dari kastil ini sekarang..karena Etha saat ini sedang melakukan persiapan upacara”
“upacara?!” Tanya Taemin dan Alice serentak.
“upacara pemindahan jiwa..kalian adalah tumbal dalam upacara tersebut..jiwa kalian terancam sekarang”jelas Regina dengan panik,dia sama sekali lupa bahwa dirinya tadi telah disuruh Etha tuk membawa ke-empat org ini kehadapannya.
“tuan putri,bukankah saya sudah menyuruh kalian berdua tuk pergi sejauh mungkin dari kastil ini,itu agar kalian tidak menjadi korban Etha dalam upacara ini” Regina berjalan mondar-mandir dihadapan Alice dan Taemin.memikirkan bagaimana cara agar ke-empat orang ini dapat melarikan diri dari sini tanpa sepengetahuan Etha.
“Grein..”panggil Alice,menghentikan langkah Regina.
“kondisi kakak sekarang sangat lemah..sedangkan obat terakhir sudah diminumnya semenjak pagi tadi”Regina menatap Alice,lalu berpindah menatap Angela yg terbaring lemah dipangkuan Minho.Regina mendatangi kedua orang itu.
“ibu..”panggil Minho,melihat ibunya berjongkok disisinya,Regina memberikan seulas senyum sambil menepuk bahu Minho.
“maafkan..ibu Minho,ibu tidak dapat menjaga kalian semua,ibu tidak bisa berbuat apa-apa..maafkan ibu..”kata Regina.dia lalu mengeluarkan sesuatu dari saku jubahnya,sesuatu yg berbentuk bintang segi lima.
“pentagram..” ucap Minho membelalakkan matanya.Regina meraih tangan Minho dan meletakkan pentagram itu diatas tangannya,lalu menekuk tangan Minho agar menggenggam pentagram tersebut.
Taemin dan Alice memperhatikannya dari belakang.dan mereka saling berpandangan.
“ibu..ini-kan..”
“hmm..itu satu-satunya pentagram yg tidak dihancurkan Etha,pentagram emas milik Ratu Deldriess yg dapat ibu selamatkan,ibu berniat mengalahkan Etha dengan kekuatan dari pentagram itu..dan mungkin sekarang adalah waktu yg tepat tuk menggunakannya”
“aku..masih tidak mengerti maksud ibu..?!” ujar Minho.
“rasanya tidak mungkin kekuatan ibu cukup tuk menggunakan benda itu,namun..”putus Regina sambil melihat mereka berempat bergantian.
“jika dengan kekuatan kalian berempat..ibu yakin akan bisa”sambung Regina menatap Minho penuh arti.
“Minho,Taemin..kalian adalah keturunan terakhir dari penyihir ksatria,dan hari ini ibu rasa sekarang saatnya kalian mengemban tugas ibu…menggantikan posisi ibu tuk menjaga Angela dan Alice,karena ibu sudah tak punya kekuatan tuk menjaga mereka berdua,juga kalian harus membunuh Etha,agar bumi ini tidak terancam..dan ibu harap kalian berjanji untuk itu” ucap Regina dihadapan kedua anaknya tersebut sambil menggengam bahu mereka.
Setelah memberikan sedikit sihir pengobatan dengan kepada Angela dengan sisa kekuatannya,Regina lalu menyuruh mereka berempat tuk keluar dari kastil ini melalui jalan bawah tanah,Taemin tetap bergeming dan menyuruh ibu-nya tersebut tuk ikut dengan mereka,tapi Regina menolak dengan alasan tuk mengalihkan perhatiannya Etha,sedikit perdebatan terjadi,namun akhirnya Taemin mengalah dan ikut pergi bersama Minho,Angela dan Alice.
“ibu..”ucap Taemin terakhir kalinya.Regina mengangguk dan tersenyum,lalu mendorong tubuh Taemin tuk cepat melangkah menyusul Minho dan lainnya.
Regina melambaikan tangannya,lalu berbalik tuk kembali keatas menemui Etha,dia harus mengalihkan perhatian penyihir jahat itu,sebelum Minho dan lainnya dapat kabur dari kastil ini.
+++++
Regina menghadap kepada Etha,dilihatnya penyihir tua tersebut menatapnya dengan pandangan seperti ingin menerkamnya.
“mana ke-empat anak itu”tanya Etha garang.Regina hanya diam tak menyahut pertanyaannya.Etha siap-siap mengancungkan tongkatnya kearah Regina.Regina diam ditempat membiarkan dirinya terkena sihir demi sihir yg dikeluarkan Etha,yg membuat dirinya membentur kesana-kemari.
“kau..melepaskan mereka bukan,apa kau pikir aku tidak tahu..hahahah..apa kau pikir aku bodoh..ingat Regina,siapa pun yg sudah memasuki kawasan kastil ini,mereka tak kan keluar dengan selamat..” setelah puas menyiksa Regina,Etha membawa Regina menghilang bersamanya menuju kesuatu tempat.
+++++
Hanya satu jalan keluar dari kastil itu,yaitu dengan mendaki keatas menara kastil,karena disana ada Burung Dewsk yg sangat besar,dengan menunggangi burung tersebut meraka akan bisa keluar dari Magic Castle.
“ berjalanlah terus kalian,hingga menemui loromg-lorong gelap yg ada disisi kiri kastil nanti,disana ada tangga memutar,yg akan membawa kalian kepuncak menara,jika sudah sampai diatas,disana ada seekor burung Dewsk yg disematkan dengan ranta besii,hancurkan rantai itu dengan sihir api,kalian bisa pergi keluar dari kastil ini dengan menunggangi burung tersebut,burung tersebut cukup besar dan dapat membawa kalian semua”
Minho dan yg lainnya,mengikuti arah yg diberikan oleh ibunya tadi.mereka berempat sudah menaiki tangga berputar yg akan membawa mereka ke puncak menara,Minho membantu Alice menopang tubuh Angela,sedagkan Taemin memegang obor yg tadi diberikan ibunya tuk penerangan jalan mereka.
Mereka sudah sampai diatas .sesuai dengan petunjuk Regina disana sudah bertegger seekor burung Dewsk raksasa yg terantai besi,ketika Minho menggunakan sihir apinya tuk melepaskan rantai yg mengikat dileher burung tersebut,tiba-tiba sihirnya ditangkis oleh seseorang.
“tidak semudah itu untuk kabur dari sini..”Etha yg lebih dulu muncul tanpa disadari oleh mereka berempat,kini duduk manis diatas burung Dewsk,dengan Regina yg tergeletak didekat kakinya.
“ETHA..”ucap mereka berempat serentak dan terkejut.dan lebih terkejut lagi melihat Regina yg tergeletak tak berdaya disamping Etha.
“huh..kalian berdua..menganggu upacaraku saja”tunjuk Etha pada Minho dan Taemin.
“akan kusingkirkan kalian berdua terlebih dahulu” Etha menyerang Minho dan Taemin dengan tongkatnya,mereka berdua berusaha menghindar dan membalas serangan-serangan Etha semampu mereka,Alice dan Angela yg masih terlihat lemah pun ikut membantu melawan,tapi rupanya kekuatan mereka berempat tidak sebanding dengan kekuatan yg dimiliki Etha,beberapa kali tubuh mereka membentur tembok menara dan terjatuh keatas lantai dengan keras.
Ertuisso grouisdoius Hertium is y dertos ya ssarious…
Sebuah mantara keluar dari mulut Etha,beriringan dengan sebuah cahaya merah yg sangat besar,melindungi pandangan Minho dan lainnya..Etha mengarahkan sihir tersebut kearah Minho dan tiba-tiba….
TIDAKK…semuanya terkejut dan terdiam
Kejadian itu terjadi begitu cepat,bahkan lebih cepat dari hembusan angin..
Tubuh Regina tergeletak dipelukan Minho,Regina yg dengan sisa kekuatan terakhirnya mencoba berlari kearah Minho dan melindungi anaknya itu..kini terbujur kaku dipangkuan Minho karena terkena sihir mematikan dari Etha.Regina menutup matanya sesudah memberikan senyuman untuk Minho…Regina yg mengorbankan nyawanya hanya untuk melindungi Minho dan lainnya…
+++++
Dengan kemarahan yg memuncak Minho mengepalkan tangannya hingga baku-baku tangannya memutih,matanya berkilat penuh amarah..menatap Etha yg ada dihadapannya.dibaringkanny
“aku butuh bantuan kalian” ucap Minho datar namun cukup dingin,sambil mengeluarkan pentagram yg beberapa waktu lalu diberikan oleh ibunya,Taemin..Angela dan Alice paham akan maksud Minho,ketika dia mengeluarkan benda yg berbentuk segilima itu dari balik bajunya.
Etha membelalakkan matanya,tanda tidak percaya..bahwa Minho memiliki pentagram tersebut.
Minho menggengam pentagram tersebut ditangannya dan mengacungkannya keatas kepalanya,sedangkan Taemin dan lainnya berpegangan tangan membentuk lingkaran kecil mengelilingi tubuh Minho yg berada ditengah.masing-masing dari mereka mengucapkan mantra sihir,dan dalam seketika..pentagram tersebut bergetar ditangan Minho mengeluarkan cahaya putih yg cukup besar,hingga menyilaukan mata..kekuatan mereka berempat menyatu..air..api..udara..
+++++
5 bulan kemudian…..
Minho dan Taemin berdiri dengan karangan bunga masing-masing ditangannya,lalu diletakkannya karangan bunga tersebut diatas sebuah mahkam,yakni mahkam Regina..ibu mereka.setelah mengirimkan doa untuk sang ibu,mereka berbalik dan berjalan menuju Angela dan Alice yg juga berada dihadapan mahkam ayah dan ibunya.
“semoga mereka semua berbahagia dialam sana..” ucap Angela,yg disahut dengan anggukan oleh tiga orang lainnya.Minho menggengam tangan Angela denga erat,begitu juga halnya dengan Taemin yg menggenggam tangan Alice.
Mereka berempat menengadah ke atas langit yg sangat cerah pada hari itu,sinar matahari memantulkan cahayanya dengan indah ke halaman Magic Castle tersebut,dimana dihalaman itu tiga orang pahlawan telah di mahkamkan.
Magic Castle mungkin hanya sebuah legenda,namun keberadaannya masih ada sampai sekarang dimana sepasang kakak beradik penyihir yg menemukan cinta sejatinya di kastil tua tersebut.
Minho dan Angela..Taemin dan Alice hidup bahagia bersama di balik pintu Magic Castle tersebut.
END




No comments:
Post a Comment