
Cast:
*Choi Minho
*Lee Taemin
*Angela White/Kwon Seena is Seena Kwon unnie
*Alice Rosario/Hwang Jung Eum is Lint Hwang 'Jung Eum'
Disclaimer : all in this just my imagination..
Inspired by: banyak banget..sampai tak dapat saya sebutkan satu-satu..terutama dulu..lagu Magic Castle’nya DBSK..^^
A/N : sebelumnya author mau menjelaskan sedikit beberapa kata yg mungkin tidak dipahami dicerita ini.
Tentang Witch dan Wizard..Witch adalah sebutan untuk penyihir wanita,dan Wizard sebutan
Untuk penyihir laki-laki.(didapat dari beberapa sumber informasi di internet dan buku^^)
~Enjoy~
+++++
Entah kapan..penderitaan ini akan berakhir..apakah hari ini,besok..atau..malah takkan pernah berakhir..sayup suara angin akan menghantarkanmu pada akhir hayatmu...membawamu menghadap kepada malaikat maut..itulah awal dari penderitaanmu dimulai..
Seorang gadis dengan jubah merah kehitaman..melangkah masuk kedalam sebuah kastil tua yg cukup besar..
saat gadis itu menghilang dibalik pintu kastil itu..gerbang serta pintu kastil tersebut tertutup secara bersamaan..tepat saat itu terdengar suara lengkingan yg cukup nyaring..hingga berdengung menembus langit..membuat burung-burung yg berada disekitar hutan yg mengelilingi kastil itu..berhamburan terbang dari pepohonan hutan tersebut..takut dengan lengkingan itu..yg seakan-akan dapat mengambil jiwa mereka...
++++++
"Choi Minho..apa kau tahu legenda di balik kastil tua yg ada di hutan Doldyiss" tanya Steward yg tiba-tiba muncul dihadapan Minho yg sedang membenahi peralatan panah miliknya
"legenda? dibalik kastil tua yg ada di hutan Doldyiss itu..?! aku tidak mengetahuinya" Minho mengangkat wajahnya sebentar tuk menatap Steward,lalu kembali asik dengan peralatan panahnya.
"hmm..kau mau aku ceritakan tentang legenda itu"
"apakah itu menarik.." Minho mengangkat satu alisnya tanda ragu.
"lebih menarik..dibandingkan ketika kau berhasil memanah papan Gredil " sahut Steward sambil melipat kedua tangannya kedepan dada.
"huh..menurutku tak ada yg menarik selain hal itu"
"kau boleh mengatakan itu..setelah kau mendengar ceritaku ini.."
“terserah kau sajalah..” Minho mengidikkan kedua bahunya.
++++++
Beratus-ratus tahun yg lalu ada sebuah kerajaan yg bernama kerajaan Magisstic
Dimana..kerajaan Magisstic tersebut dipimpin oleh seorang Raja bernama Raja Lord Dolphson,yg memiliki dua orang anak bernama Putri Angela White dan Putri Alice Rosario. Ratu Deldriess sang istri sudah lama meninggal karena terkena serangan mantra penyihir jahat yg menyerang kerajaan Magisstic, saat itu Ratu Deldriess berusaha melindungi kedua anaknya yg masih kecil dari serangan penyihir jahat tersebut.
Semenjak istrinya meninggal Raja Lord Dolphson memperketat penjagaan di sekitar wilayah kerajaannya,mengerahkan seluruh pengawal terbaik kerajaan untuk berjaga-jaga dan juga membangun sebuah kastil,yg mana kastil tersebut dibangun tepat didepan istana kerajaan sebagai benteng pertahanan dan juga perlindungan dari serangan-serangan mendadak para penyihir jahat yg ingin memusnahkan Kerajaan Magisstic.
Tentu saja..kastil tersebut dibuat oleh 10 orang penyihir terbaik Kerajaan Magisstic,serta turun tangan langsung dari sang Raja.Kastil tersebut dibangun dengan sangat kokoh dan terdiri dari 300 mantra pelindung,salah satunya mantra fertuissy..mantra penangkal sihir-sihir jahat.
Sihir-sihir jahat biasanya digunakan oleh penyihir Strium (salah satu dari golongan Penyihir Threeum)
Penyihir Threeum di bagi kedalam tiga tingkatan yaitu: Penyihir Tetrium,penyihir Retrium,dan terakhir Penyihir Strium.dan penyihir Strium termasuk dalam tingkatan paling akhir/rendah..yg mana para penyihir tersebut menggunakan ilmu sihirnya untuk berbuat keonaran,untuk kehancuran,dan lain sebagainya.Oleh karena itu diciptakanlah mantra Fertuissy untuk menangkalnya,mantra itu dibuat oleh salah satu White Wizard(penyihir putih) bernama Tramford Wizard.
++++++
“tunggu,jadi..apa hubungan..kastil,penyihir.
“huh..kebiasaanmu Minho suka menyela cerita orang,kenapa tidak kau dengarkan saja ceritaku dulu sampai habis” Steward merasa kesal karena ceritanya disela oleh Minho.
“kau tahu..aku orang tidak suka basa-basi..jadi ceritakan saja inti dari kisahmu itu” sahut Minho dengan tampang cuek-nya.
“oke..oke baiklah..,kalau begitu aku tanya satu hal padamu..” ucap Steward mengalah,dia tidak yakin akan menang jika berdebat dengan Minho
“tentang..?!”
“kau percaya dengan witch dan wizard?!”
“maksudmu..penyihir wanita dan laki-laki?” Minho balik bertanya
Steward mengangguk “ya..kau percaya kalau mereka ada didunia ini..atau mungkin berkeliaran disekitar kita..”
“hmm..entahlah,jika ada bukti..mungkin aku bisa percaya sepenuhnya..”
“buktinya ada disitu..dibalik Hutan Doldyiss itu..” Steward menunjuk Hutan yg terbentang jauh beberapa meter dari hadapan mereka berdua,Minho mengikuti isyarat telunjuk Steward yg mengarah ke hutan itu.
“kau ingin bilang..kalau buktinya ada di Kastil tua ditengah hutan itu kan?!” Hardik Minho sambil menoleh kearah Steward dan menautkan kedua alisnya.
“yups..tebakanmu tak salah” Steward tersenyum lebar,yg langsung dapat satu jitakan dari Minho.
“hei,apa yg kau lakukan..” marah Steward sambil mengelus-elus kepalanya,akibat jitakan keras Minho ke kepalanya.
“membuatmu..agar berhenti menghayal dan bercerita yg tidak-tidak” Minho mengaitkan tali panahannya kebelakang punggungnya dan bersiap-siap menaiki punggung kuda putih-nya.
“hei..hei..siapa yg menghayal..yg tadi kubilang memang betul adanya..” Steward mencoba membela dirinya.
“ckckck..Steward,ku beritahu yah..ceritamu mengenai kastil itu lebih pantas disebut dongeng daripada sebuah legenda..,kenapa tidak kau ceritakan saja pada anak-anak kecil didesa..” ucap Minho yg sudah duduk diatas punggung kudanya.
“hah..?! kau sedang mengejek-ku yah..Choi Minho” tuduh Steward dengan wajah cemberut.
“tidak..hanya mencoba menyadarkanmu kembali ke alam nyata saja..” Minho menarik tali pengendali kudanya..kuda itu meringkik sebentar,lalu berlari meninggalkan Steward.
“HEI..CHOI MINHO...PENYIHIR ITU BENAR-BENAR ADA..AKU TIDAK BERBOHONG..”teriak Steward pada Minho yg dari kejauhan. Minho hanya melambaikan sebelah tangannya untuk menanggapi teriakan Steward tadi.
“dasar anak itu..” desah Steward,ketika Minho sudah hilang bersama kudanya dibalik pepohonan.
++++++
Aku memacu Defdroy,kuda putih milikku meninggalkan Steward yg berteriak penyihir-penyihir dibelakangku.
Dan mengenai cerita Steward tentang legenda kastil tua itu,penyihir,dsb,sebenarny
Mengapa?! Tentu saja untuk menyamarkan identitasku yg sebenarnya..adalah seorang wizard (penyihir).
Sedangkan Steward adalah sahabatku,seorang manusia biasa..aku tidak bisa membayangkan apa yg akan terjadi jika dia mengetahui temannya ini ternyata salah satu keturunan penyihir,pasti dia akan marah besar karena telah membohonginya, bahkan selama sepuluh tahun kami sudah berteman.
Aku berteman dengan Steward sejak kecil,saat itu Steward adalah penduduk baru didesa Weds..yg baru saja pindah dari kota,aku bertemu pertama kali saat dia mengantarkan kue pie buatan ibunya kerumahku,dan semenjak saat itulah Steward sering berkunjung kerumahku dan mengajakku bermain..hingga hubungan kami berlanjut menjadi sebuah persahabatan sampai sekarang.
Keluargaku adalah satu-satunya keluarga penyihir yg tinggal didesa Weds,serta keturunan terakhir dari penyihir putih yg tersisa..oleh karena itulah..kami merahasiakannya dari penduduk desa,termasuk juga dari keluarga Steward.Karena jaman sekarang sudah berbeda..orang-orang hanya menganggap tabu hal-hal yg berbau mistis..seperti penyihir ataupun sejenisnya.
Tapi,walaupun begitu..kami merahasiakan hal ini bukan karena orang-orang menganggapnya tabu atau apa..tapi untuk melindungi keturunan kami,penyihir putih..dari serangan para penyihir hitam,yg sudah menjadi takdir sebagai musuh dari penyihir putih. Tentu saja..maksud kami hidup membaur dengan para manusia..agar penyihir hitam tidak dapat memusnahkan kami.
Aku memacu kudaku semakin kencang,karena dapat kulihat awan hitam mulai mengumpal,menandakan hari sebentar lagi akan hujan.
Tapi kudengar ada suara derap kaki kuda yg lain yg membuntut dibelakangku,aku memelankan jalan kudaku..dan menoleh kebelakang untuk melihat si penunggang kuda tersebut.
“aishh..ternyata kau Taemin..”
“hmm..memangnya kau kira siapa kak..?!” tanya Taemin,adik kandungku.
“bukan..bukan siapa-siapa..kau habis dari mana?”tanyaku ketika Taemin mensejajarkan kudanya disampingku.
Taemin menoleh kearahku,lalu cepat-cepat berpaling kearah depan lagi
“aku mau pulang”sahutnya singkat.
“hei..aku tidak bertanya kau mau kemana,tapi aku bertanya kau habis dari mana?!” ulangku jengkel mendengar jawabannya.tapi Taemin hanya diam sambil memerhatikan jalanan depannya.
“Taemin..jangan bilang kau habis mengunjungi kastil itu lagi” hardikku,membuat Taemin meneggakkan tubuhnya.tanpa menjawab pun aku tahu dari sikapnya,kalau dia baru saja datang dari kastil itu.
“bukan urusan kakak..” Taemin mempercepat jalan kudanya.
“tentu saja itu urusanku” sahutku,sambil mencoba mengimbangi kudanya.
“kuperingatkan kau Taemin untuk yg kesekian kalinya berhenti mendatangi kastil itu” ucapku tegas,Taemin menatapku tajam dengan menunjukkan tampang tidak suka-nya.
“heh..kak..aku bukan anak kecil lagi yg perlu kau beri peringatan tiap harinya,aku bisa menjaga diriku sendiri..jadi berhentilah ikut campur dalam kehidupanku”
“tapi..Taemin..
“Sudahlah kak..aku terlalu lelah tuk mendengar ocehanmu saat ini” Taemin memacu kudanya hingga berlari dengan kencang.
“kau tidak tahu Taemin..kalau aku sedang berusaha melindungimu”batinku,tanpa berusaha mengejar kudanya.
++++++
Angin berhembus dengan kencang melengkapi hujan yg turun sangat deras,ditambah lagi dengan kilatan petir yg menyambar-nyambar.
Namun dibawah hujan dan angin kencang tersebut..dua sosok wanita berjalan tertatih-tatih melawan jatuhan air hujan serta angin kencang itu. Pakaian mereka sudah basah kuyup oleh air hujan..
“kak..apa kau masih sanggup berjalan?”tanya seorang wanita yg mengenakan gaun coklat,raut wajahnya menampakkan kecemasan pada seseorang yg berjalan disampingnya.
“hmm..kau tidak usah khawatir,aku masih cukup kuat...uhuk..uhuk..
“kakak..kau tidak apa-apa”wanita bergaun coklat itu langsung merangkul bahu wanita yg dipanggil kakaknya itu.
“t-tidak..apa-apa”
“sudahlah..kak,kau tidak usah memaksakkan diri..seperti ini..lebih baik kita beristirahat saja dulu”
“tapi..Alice..”
“kakak kali ini..turuti saja kata-kataku,kalau kau memaksakan diri seperti ini terus..lama-lama kau hanya akan bertambah sakit”potong gadis yg bernama Alice itu.
Alice membantu memapah kakaknya yg bernama Angela tuk menepi kesebuah gubuk yg hanya beberapa meter dari depan mereka.
“lebih baik kita beristirahat disini saja dulu,setidaknya sampai hujan deras ini reda”ucap Alice,ketika mereka sudah memasuki gubuk tua yg terbuat dari kayu itu.
“Alice..”panggil Angela saat Alice melepaskan jubah yg menutupi gaun coklatnya.
“iya..”
“kau mau berjanji padaku..”pinta Angela,yg membuat Alice mengerutkan alisnya..keheranan.
“berjanji?! Maksudmu..”
“berjanjilah Alice..kalau seandainya aku tidak punya kekuatan lagi tuk melawannya..maka kau yg akan membunuhnya untukku” pinta Angela dengan suara yg terdengar lemah.
“kakak..kau berkata apa sih..kau masih memiliki kekuatan untuk melawan penyihir itu”sahut Alice sambil menggenggam tangan Angela.
“tidak dengan keadaanku seperti sekarang ini..Alice” Angela berusaha menggenggam pundak Alice,namun tiba-tiba dia merasakan sakit pada uluh hatinya.Alice yg bingung dengan perubahan air muka Angela,langsung menangkap tubuh kakaknya sebelum jatuh ketanah.
“kak..”pekik Alice.
“Alice..berjanjilah padaku..kumohon..”ucap Angela dalam pelukan Alice dengan suara bergetar.
Alice mengeratkan pelukannya,air matanya sudah hampir mengalir jatuh.
“baiklah..kak..aku akan berjanji untukmu..aku akan membunuh penyihir itu untukmu”balas Alice.
Angela tersenyum lemah dipelukan Alice,sebelum akhirnya menutup matanya..dan tak sadarkan diri.
++++++
Pagi-pagi sekali Taemin dengan peralatan panah dan sebuah pedang tersampir disamping pinggangnya,sudah memacu kudanya memasuki hutan Doldyiss menuju kesebuah kastil..
Dan tanpa sepengetahuan Taemin juga,Minho mengikutinya dari belakang...Minho penasaran,dengan apa yg dilakukan oleh adiknya itu pergi ke kastil yg sebenarnya terlarang bagi siapapun untuk mendatangi kastil itu.
Taemin menghentikan kudanya,lalu melompat turun dari punggung kudanya itu,kemudian menarik kudanya dan mengikatkannya pada sebuah pohon besar yg ada disana.Minho berhenti tidak jauh dari Taemin,dan melakukan hal yg sama seperti yg dilakukan Taemin tadi,melompat turun dari kudanya,dan mengikat kudanya pada sebuah pohon yg ada disampingnya,mata Minho tak lepas dari Taemin,dia terus mengawasi adiknya itu dari jarak yg cukup jauh.
Taemin menarik keluar pedangnya hingga menimbulkan bunyi desingan udara yg beradu dengan pedang,dia terus melangkah sambil sesekali menumbas rumput-rumput tinggi yg menghalangi jalannya dengan pedangnya itu.Sedangkan Minho membuntut dibelakangnya tanpa suara,namun matanya terus mengawasi gerak-gerik Taemin.
“apa yg ingin dilakukan anak ini”tanya Minho dalam hati.
Mereka terus berjalan hingga akhirnya sampai di depan gerbang kastil yg menjulang sangat tinggi.
“kak,berhentilah mengikutiku..”ucap Taemin tiba-tiba yg membuat Minho langsung menegakkan punggungnya.
“Taemin..kau..”
“aku tahu kau mengikutiku”Taemin membalikkan badannya,kini dia berhadapan dengan Minho yg berada beberapa meter darinya.
“maaf..tapi aku tidak akan membiarkanmu..masuk kedalam kastil itu”sahut Minho dengan sorot mata yg tajam kearah Taemin.
“kalau begitu..aku tidak akan membiarkan kakak menghalangi langkahku”Taemin membentangkan kedua tangannya seraya mengucapkan suatu mantra,ketika itu juga Minho merasa kedua kakinya tak dapat digerakkan,Minho melihat kebawah..kearah kakinya yg ternyata sudah di rambati oleh akar-akar rumput yg kuat.
Minho mengangkat wajahnya,dan menatap Taemin dengan tatapan marah.
“kau..”
“maafkan aku..”sela Taemin cepat,dan berlari meninggalkan Minho yg sedang berusaha menyingkirkan akar-akar yg terus tumbuh membalut kakinya.
“ya..Lee Taemin..jangan masuk ke kastil itu...atau kau akan mati”teriak Minho nyaring kepada Taemin yg berlari ingin memasuki gerbang kastil itu.
“SIAL!!..”geram Minho karena teriakkannya tak digubris oleh Taemin,dan terpaksa Minho menggunakan sihirnya tuk melepaskan diri dari akar-akar yg membalutnya.
Selesai mengucapkan sesuatu..Minho berhasil melepaskan dirinya,dan berlari mengejar Taemin yg terlebih dahulu memasuki gerbang kastil tersebut.
++++++
Sedangkan di gubuk tua...
Alice yg menjaga kakaknya yg tidak sadarkan diri semalaman,terkejut saat..Angela tiba-tiba terbangun wajah ketakutan
“ada apa kak?..apa kau bermimpi buruk?! Atau kau masih merasa kesakitan?!”pertanyaan berantai dari Alice hanya mendapat tatapan ketakutan dari Angela.
“Alice..aku merasakan sesuatu..sesuatu yg berbahaya..”kata Angela sambil menekan dahinya yg berdenyut tiba-tiba.
“maksud kakak?!”Alice kebingungan.
“ada seseorang yg mencoba tuk memasuki Magic Castle..aku dapat merasakannya” jelasnya pada Alice,membuat Alice langsung membelalakkan matanya.
“Alice..bagaimana pun juga..sekarang Magic Castle terlalu bahaya..kau tahu kan maksudku?!”
“ya...aku tahu..tapi..kan..
“kita harus mencengah siapapun masuk kedalam kastil itu..bantu aku berdiri!!”potong Angela cepat.Alice membantu kakaknya itu berdiri.
“kak,apa yg ingin kau lakukan”tanya Alice was-was,ketika melihat Angela mengeluarkan botol ramuan obat yg ada disaku jubahnya.kemudian meminum habis ramuan itu.
“kak..itu kan..ramuan terakhir obatmu..”pekik Alice tanpa mencoba mencegah kakaknya menghabiskan ramuan tersebut.
Raut wajah Angela berubah seketika,matanya yg hitam berubah menjadi keabu-abuan..sedikit kekuatan muncul dalam dirinya,Angela meneggakkan tubuhnya..dan menatap dalam mata hijau milik Alice sambil menggenggam erat bahu adiknya itu.
“Alice..kita harus kembali ke kastil itu sekarang”ucap Angela tegas.
Alice menggeleng-gelengkan kepalanya “tidak..kak,tidak..kita baru saja berhasil keluar dari neraka itu..kenapa kita harus kembali kesana..”balas Alice dengan suara getir menyiratkan ketakutan
“Alice..ini menyangkut nyawa orang lain..bagaimana pun juga..keselamatan orang itu terancam..dia bisa saja mati dibunuh oleh penyihir itu”Angela berusaha menyakinkan adiknya.
“aku tahu..t-tapi..aku takut kembali kesana..” Alice menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya
“aku dapat memahami perasaanmu,Alice...tapi aku tidak mungkin kembali kesana sendiri,dengan keadaanku yg seperti ini,aku juga membutuhkan kekuatanmu,aku tidak ingin ada korban lagi dikastil itu..aku tahu kau tidak suka perkelahian dan perdebatan,tapi kau pasti juga tidak suka kan,jika ada jiwa orang lain yg tak bersalah dibunuh sia-sia..kumohon Alice..percayalah padaku!!” Angela meminta dengan sungguh-sungguh,hingga akhirnya hati Alice pun luluh.
“baiklah..aku juga tidak ingin ada darah yg terbuang sia-sia oleh penyihir jahat itu”ucap Alice pada akhirnya.Angela menggangguk dan tersenyum pada Alice.
“kita gunakan kekuatan itu saja..”perintah Angela yg mendapat anggukan dari Alice
Alice menggenggam kalung merah yg bertuliskan angka 13 dilehernya,begitu juga yg dilakukan oleh Angela,lalu dalam hitungan detik tubuh mereka sudah menghilang dari gubuk tua tersebut.
++++++
TBC...



No comments:
Post a Comment