Teett…teett…bel pulang sekolah berbunyi,siswa-siswa berhamburan keluar kelas.
“Sunhi-ah..palli-palli..”t
“ya..kau duluan saja,aku belum selesai membereskan buku2ku’’
“kalau begitu aku duluan ke aula..ingat Sunhi..kau harus datang..ini kesempatanmu”Junsu mengingatkan.
“ne..arraseo..sudah2..sana
“ah..sudahlah,lebih baik aku kesana”Sunhi berlari keluar kelas..bergegas menuju aula.tiba-tiba….
BRAKKKSS…
Aarrghh..Seseorang menabraknya,tubuh Sunhi oleng hampir jatuh,namun ada tangan yg menangkap pinggangnya.posisi mereka sekarang seperti sedang menari jazz.
“kau tidak apa-apa..”Tanya orang itu lembut.Sunhi membuka satu matanya,tubuhnya langsung kaku seketika.
“n-ne..gwencannayo”ucap Sunhi terbata-bata karena gugup.
Sunhi langsung berdiri tegak,dia memunggut tasnya yg tadi jatuh ke lantai sewaktu tabrakan tadi.kemudian dia membungkuk”engg..gumawo..”
“argh..sungguh memalukan…tapi..senang juga..” Sunhi senyum2 sendiri,antara senang dan malu.
Baru pertama kalinya ia berbicara langsung bahkan sedekat itu dengan Jinki,pipi Sunhi bersemu merah.
Jinki menatap cewek yg tadi ditolongnya.
“seperti pernah melihatnya…tapi siapa namanya yah”Tanya Jinki dalam hati..ia lalu melangkah menuju aula sekolah,sambil mengingat-ingat cewek tadi.
++++++++++++++++++++++++++
Sunhi POV
Ah..rasanya aku senang sekali sekarang,sekali dalam seumur hidupku,baru kali ini aku dapat memandang langsung wajah Lee Jinki sedekat itu..dia..sungguh..tampan.
Sampai didepan pintu aula sekolah aku masih senyum2 tak karuan,hingga kurasakan seseorang menepuk pundakku.
“hei..Sunhi-ah kau lama sekali”aku menoleh kearah suara..ternyata Junsu.
“ya..mianheyo..Junsu-ah..t
Junsu mengangkat satu alisnya..”kau baru saja apa..”
“ah..tidak apa2..bukan hal yg penting..sekarang kita harus apa disini”Sunhi mencoba mengalihkan pembicaraan.
Junsu masih penasaran dengan apa yg ingin dikatakan Sunhi tadi,tapi ia berhenti tuk bertanya.
“aku juga tidak tau..buat apa kita dipanggil kesini..”
“jadi..apa yg kau lakukan dari tadi disini..”
“ya jelas..menunggumu lah..Sunhi-ssi”sindir Junsu dengan suara yg dibuat2.Sunhi meninju pelan lengan Junsu”kau..ini..”.
Junsu terkekeh menanggapinya.Sunhi ikutan tersenyum.
++++++++++++++++++++++++++
Onew POV
Aku baru saja sampai didalam aula sekolah,mataku mengitari sekitar dalamnya,tiba-tiba aku menangkap dua orang siswa yg sedang asyik mengobrol,dan sepertinya aku mengenali salah satu dari mereka.cewek itu..ya..cewek yg tadi bertabrakan denganku dikoridor sekolah.
“hmm..mengapa juga dia juga ada disini” aku melihat kearah orang yg jadi lawan bicaranya.
“sepertinya aku kenal mereka berdua…siapa yah.”Onew mencoba mengingat-ingatnya lagi,maklum ingatannya memang buruk jika menyangkut seseorang.
“ah..ya..”Onew menjentikkan jarinya.
“aku ingat sekarang..mereka kan..teman kelasnya Ki Bum-ah…”
“apa kau harus menghampiri mereka..”setelah berpikir lama Onew melangkah menuju kearah mereka berdua-Sunhi dan Junsu-
Namun bertepatan dengan itu tiba-tiba ketua theater menyuruh kami berkumpul,sehingga aku tidak jadi menyapa mereka dan bergabung dengan anak2 lainnya.
++++++++++++++++++++++++++
Kim Taeyon,sang ketua theater berbicara panjang lebar,dia menjelaskan tentang festival sekolah yg dua hari lagi akan dirayakan..mereka yg sudah disuruh berkumpul diaula sekolah,diminta tuk menjadi pemain drama sebagai persembahan..dalam festival tersebut,dan sebagian lagi menjadi panitia.
“hah..kenapa mendadak begini sih..bukannya festival sekolah akan diadakan seminggu lagi..”protes salah satu siswa.
“sebelumnya kami minta maaf..baru saja kami dan para guru2..merapatkan hal itu…dan keputusan akhirnya..festival sekolah dimajukan pada tanggal 13 nanti”jawab Kim Taeyon.
“tapi..itu sangat tidak mungkin…jika kita harus mementaskan drama..sedangkan kita baru saja diberitahukan hal itu sekarang,dan lagi..belum melakukan latihan apapun..”sahut siswa lain.
“maka dari itu chingu…aku meminta kalian semua berkumpul disini..untuk segera membagi tugas,juga peran…selain itu..kita akan mulai latihan hari ini juga…tepatnya sekarang..aku mohon bantuan kalian sekali lagi..”Kim Taeyon dan para anggota theater lainnya membungkukkan badan tuk memohon.
Beberapa anak ada yg bergumam kesal,namun pada akhirnya mereka..bersedia membantu Kim Taeyon.
Kim Taeyon mulai membagi tugas2 mereka yg menjadi panitia,juga yg akan memainkan drama.
“Lee Jinki”panggil Taeyon menghampirinya,Jinki menoleh.
“ne..”
“sebelumnya…aku minta maaf padamu..mianhe”
“ah..gwencanayo..aku sudah tau”Jinki membalasnya dengan senyum.”jadi..apa aku akan tetap membacakan puisi itu”
“hmm..tidak..tapi puisi itu sudah dimasukkan kedalam salah satu naskah drama nanti…”
“itu berarti..aku tetap akan membacanya..”
Taeyon mengangguk tegas.”tentu saja…karena kau adalah pemeran utama laki2 dalam drama ini nanti..”
Onew mengumpat dalam hatinya.”aish..sialan..”
“so…siapa..yg akan jadi pasangan mainku nanti…”Tanya Jinki bernada.Taeyon menunjuk salah satu cewek yg ada dibelakang Onew.Onew mengikuti arah tangan Taeyon menunjuk.
“dia..”Onew cukup kaget juga..mengetahui yg akan menjadi pasangan ceweknya nanti.
“hmm..dia..sekarang kau harus berlatih bersama cewek itu”Taeyon menepuk-nepuk pundak Onew,dan berlalu meninggalkan Onew.
Sekali lagi Onew menatap lawan mainnya itu yg sedang membaca naskah drama..tidak jauh dari tempatnya berdiri,cewek itu mengerutkan dahinya ketika membaca naskah itu.
++++++++++++++++++++++++++
Onew POV
Aku cukup kaget ketika mengetahui cewek yg menjadi lawan mainku,cewek itu adalah cewek yg tadi bertabrakan denganku..salah satu teman kelasnya Ki bum..dan namanya…
Ah..aku lupa namanya,ketika Ki bum mengucapkan namanya sewaktu kami melihat madiing tadi,dan entah kenapa sekarang kakiku melangkah menuju cewek itu.
“annyeong..”sapaku pada cewek itu,dia menoleh dan terlonjak..mungkin aku mengagetkannya.
“a..a..annyeong”balasnya malu2..lucu sekali cewek ini.
“cheonen..Lee jinki imnida”aku memperkenalkan diriku padanya,dan menjulurkan tanganku.
“Sunhi..Park Sunhi imnida”balasnya..sambil menyambut uluran tanganku,dan menjabatnya.
Sunhi nama cewek itu..akhirnya aku tau juga..
“kau sedang membaca naskah”aku mencoba mengajaknya mengobrol,dia membalasnya dengan anggukan.
“kau mendapatkan peran apa”aku pura2 bertanya..padahal aku sudah tau kalau dia akan menjadi pasanganku.
“hmm..entahlah..aku tidak tahu..aku hanya diberikan naskah ini dan disuruh tuk membacanya”Sunhi memperlihatkan naskah itu padaku..padahal aku sendiri belum membaca naskahku yg sudah diberikan oleh Taeyon tadi.sekilas aku membaca judul drama nanti ”Please..Don’t Go”
Sunhi kembali membaca,dan membolak-balik naskah itu,lama aku memerhatikannya..yg sedang asyik membaca,tiba-tiba kulihat matanya mulai berkaca-kaca,dan air matapun mulai turun kepipinya.
“Sunhi..kau kenapa..”tanyaku bingung melihatnya tiba-tiba menangis.
“aniyo..tidak..aku tidak apa-apa..”Sunhi menghapus airmatanya.
“lalu kenapa kau..tiba2 menangis”
“aku..hanya terharu membaca naskah ini..ceritanya ini..sangat menyedihkan..aku seperti dapat merasakan..perasaan cewek yg ada di dalam naskah ini”
“hmm..jeongmalyo”Karena penasaran aku pun mulai membuka naskahku dan membacanya.
Dan benar saja..kata Sunhi..setelah lama aku membacanya,aku cukup terharu dengan cerita tersebut,yg menceritakan seorang laki2 kehilangan kekasihnya,laki2 yg menyalahkan dirinya atas kepergian kekasihnya,laki2 yg begitu mencintai kekasihnya.
Jadi cerita dalam naskah inilah yg akan kumainkan nanti bersama Sunhi.
“Sunhi-ah..kau..adalah pemeran utama cewek didalam naskah ini”aku memberitahukannya.
++++++++++++++++++++++++++
Sunhi POV
“mwo..”aku cukup kaget mendengarnya.
“p-pemeran utama cewek..?!”aku masih belum percaya.tapi..Jinki menjawab dengan anggukan tegas.
“ne..”
“tidak..mungkin..”
“Taeyon..yg memberitahuku..”
“aigo~…kenapa dia tidak memberitahuku..”aku menepuk jidatku.Jinki tersenyum melihat itu.
“yah..berarti dari sekarang kau harus banyak latihan bersamaku..”
“heh..”perkataannya barusan membuatku bingung.
Jinki tersenyum,sebelum melanjutkan kalimatnya”karena..aku adalah pemeran utama cowoknya”
Mulutku menganga mendengarnya..apa aku sedang bermimpi sekarang,aku mencubit lenganku pelan..
Ternyata sakit..berarti ini tidak mimpi.
++++++++++++++++++++++++++
Junsu POV
Aku ingin menghampiri Sunhi..yg tampak sedang mengobrol dengan seorang cowok didepannya..aku tak dapat melihat wajah cowok itu,karena dia membelakangiku.namun Taeyon mendadak memanggilku.
“ya..Junsu”
“ne..”
“bisa kau membantuku memindahkan kursi2 disana..”
Ah..padahal aku ingin menghampiri Sunhi,tapi mengingat aku kebagian menjadi panitia perlengkapan,terpaksa aku mengiyakannya.
“baiklah..”
Sebelum berbalik…Sekali lagi aku menoleh kearah Sunhi,dia tampak tersenyum bahagia berbicara dengan cowok itu..siapa sebenarnya orang itu…
++++++++++++++++++++++++++
Sekarang Jinki dan Sunhi tampak serius latihan,Junsu masih membantu Taeyon memindahkan kursi2 dan barang2 lainnya,anak2 yg lain juga sibuk dengan tugasnya masing2.
Selama latihan berdialog..Sunhi sering sekali melakukan kesalahan…ekspresi..yg kurang tepat..salah mengucapkan dialog..dan lain sebagainya,Jinki sampai kadang2 tertawa melihatnya.
“Sunhi-ah..kau ini terlalu gugup yah”ucap Jinki,ketika baru saja Sunhi melakukan kesalahan lagi.
“ah..eh..hehehe”Sunhi menggaruk kepalanya yg tak gatal.”mungkin ini karena baru pertama kalinya..aku akan bermain drama…”
“apa lagi…itu bersamamu”tambah Sunhi dalam hatinya.
Sunhi terkejut saat Onew tiba-tiba saja mengelu-elus rambutnya.
“tenangkan dirimu sejenak..”Jinki tersenyum manis kearah Sunhi..hampir saja Sunhi pingsan melihatnya.
“ok..kita lanjutkan latihannya lagi..kau sudah siap”tanyanya pada Sunhi.Sunhi seperti mendapatkan kekuatan dari kata2 Onew tadi.dia menarik nafas sejenak..dan menghembuskannya pelan,dan mengangguk dengan yakin.
“ne..”
Mereka berdua kembali latihan,kali ini rasanya dialog mereka lebih bagus dan lancar,Sunhi hampir tidak lagi membuat kesalahan..masing2 dari mereka menghayati peran yg dibawakan,sampai saat Onew..membaca sebuah puisi yg tertulis dinaskah itu.
Andai diriku ini adalah seorang malaikat bersayap putih..
Maka akan kubawa kau bersamaku menuju langit ke tujuh
Membawamu menembus awan putih
Membawamu menjauh dari segala penderitaan itu
Membawamu keluar dari segela kesepian itu
Menutupi luka dihatimu
Menutupi semua kepedihan yg kau rasakan
Melindungimu dalam kedua sayap putihku ini..
Tapi aku bukanlah malaikat itu..
Hingga aku tidak bisa membawamu menuju langit ketujuh
Tidak bisa Membawamu menembus awan putih
Tidak bisa Membawamu menjauh dari segala penderitaan itu
Tidak bisa Membawamu keluar dari segela kesepian itu
Tidak bisa Menutupi luka dihatimu
Tidak bisa Menutupi semua kepedihan yg kau rasakan
Tidak bisa Melindungi dalam kedua sayap putihyg tak kumiliki
Hingga akhirnya..
Aku hanya bisa menatapmu dikejauhan
Membiarkan kau terluka sendirian
Membiarkan kau terbang terbawa oleh sang angin
Membiarkan kau menghilang bersama sang waktu..
Tanpa bisa kurengkuh..
Tanpa bisa kugapai kembali..
Jangan…
Jangan tinggalkan aku disini sendiri..
maafkan diriku..
maafkan diriku yg lemah ini
yg tak bisa menggenggam tanganmu..
yg tak bisa mengobati luka dihatimu
yg tak bisa menghapus airmatamu
yg tak bisa melindungimu dirimu
tak bisa...memeluk dirimu lagi...
maafkan aku...
bait demi bait puisi itu keluar dari mulut Onew..dia membacanya dengan penuh pengahayatan,hingga membuat Sunhi tak berkedip menatapnya,mata Sunhi mulai berkaca-kaca,dia sangat tersentuh…benar-benar terharu sekarang,rasanya mulutnya tak dapat berkata apa-apa lagi sekarang..lidahnya terlalu kelu,bahkan untuk mengucapkan satu kalimat pun.
Tepat saat Onew selesai membaca puisi itu,matanya bertemu dengan mata Sunhi.
“Sunhi-ah..kau..menangis!”
Sunhi menunduk..dia mengutuki dirinya yg sudah dua kali menangis dihadapan Onew,hatinya memang gampang tersentuh.
Onew mengangkat wajah Sunhi,hingga mata mereka bertemu tuk yg kedua kalinya.
“kau..”Onew juga tak bisa berkata apa2 ketika matanya menatap wajah Sunhi,entah mengapa suaranya tiba2 tercekat ditenggorokan,dia memang lemah jika melihat seorang cewek menangis..dia jadi serba salah ingin berkata apa,Onew memang tidak ahli dalam hal beginian..sehingga yg dapat dilakukannya sekarang..menarik tangan Sunhi dan membawanya kedalam pelukannya.
“kau terlalu..menghayati puisi yg kubaca tadi..”
Sunhi menghapus airmatanya didalam pelukan Onew.
“kau membawakannya terlalu bagus Jinki”isak Sunhi.
“jadi..”
“aku membayangkannya kalau puisi itu untukku..”
“memang puisi inilah..yg nanti akan kubacakan untukmu..didrama nanti”
Sunhi mengangguk.”kau benar…”tiba2 Sunhi menarik dirinya keluar dari pelukan Onew.
“ehm..mian..aku jadinya menangis”
Onew tersenyum..”kau tak perlu meminta padaku..”
“sebaiknya kita lanjutkan latihannya..kita tak punya banyak waktu,lusa sudah harus tampil”Sunhi mencoba mengalihkan pembicaraan,dia terlalu malu..tuk menatap wajah Onew sekarang,ia terbawa suasana latihan itu,rasanya seperti kenyataan saja.
“hmm..memang sebaiknya kita berlatih lagi”timpal Onew,kembali membaca naskahnya..sebenarnya dia juga malu..karena tadi tiba2 memeluk Sunhi.
Saat Onew membaca naskah,diam2 Sunhi memandang wajahnya dibalik kertas2 naskahnya.
“aku..tak tahu apa yg bakal terjadi..jika bersama dirimu terus”Batin Sunhi.dia mengalihkan pandangannya keseluruh aula sekolah.”Junsu-ah..dimana kau..aku membutuhkan kau sekarang disini”.
TCB
==========================


No comments:
Post a Comment