In this story:
*Park Sun Hi (Momo unnie)
*Lee Jinki..a.k.a..Onew (SHINee)
*Kim Junsu (DBSK)
*Ki Bum..a.k.a..Key (SHINee)
*Micky Yoochun (DBSK)
*Song Hye Sang (Noriko Kaoin)..
--------------------------
Dari jauh Junsu bertepuk tangan dengan wajahnya yg datar,sekarang perasaannya sedang kacau..apalagi setelah melihat adegan Onew memeluk Sunhi diatas panggung tadi,itu untuk kedua kalinya Junsu melihat Onew memeluk Sunhi.entah mengapa ada perasaan marah dihatinya..perasaan tak rela…sebelum hatinya menjadi lebih tak karuan,Junsu berbalik dan melangkah pergi.
--------------------------
Dari jauh juga Key tampak menyeringai dengan kedua tangan yg melipat didadanya..dia mengalihkan matanya dari atas panggung keatas langit.
“apa kau bahagia disana chagiya!”gumamnya.
“cerita itu mewakili seluruh isi hatiku yg belum tersampaikan padamu,karena kau lebih dulu pergi menginggalkanku..bahkan sebelum aku sempat mengatakan ini padamu..”
“bahwa..aku..sangat mencintaimu…saranghae..”Ke
Key FLASHBACK~
“oppa..”teriak seorang gadis sambil berlari menghampirinya dengan terburu-buru.hampir saja gadis itu jatuh terpeleset karena lantai yg licin,beruntung Key menangkap tubuhnya sebelum jatuh.
“ya..kau..ini..hati2 dong..”Key mengingatkan gadis itu
“hehe..mian..mianhe..”gadi
“kau..kenapa..terburu-buru
“ehmm..aniyo..aku Cuma ingin menyerahkan ini padamu”gadis itu menyodorkan sesuatu pada Key.
“apa ini?!”
“itu hadiah..untukmu..”
“untukku?!”Key tampak bingung,dan menggaruk kepalanya..
“ya ampun..oppa..masa kau lupa..”gadis itu mengetuk jidat Key.
“aww..”Key meringis..”lupa..hmm..apa aku melupakan sesuatu”Key menaruh telunjuknya didahinya,mencoba mengingat..ada apa dengan hari ini.
“hari ini ulang tahunmu..oppa..apa kau melupakannya”gadis itu mengingatkan Key.
“omo~..kyugiannayo…aku lupa”sahut Key dengan senyum lebar dibibirnya.gadis itu menggeleng-geleng melihatnya.
“kau..ini masa..sama hari ulangtahun sendiri..bisa lupa..dasar aneh”sindir gadis itu.sambil memutar bola matanya keatas.
“hehe..”Key hanya bisa tertawa kecil memamerkan deretan gigi2nya yg putih.
“kalau begitu..gumawo..sudah mengingat hari ulangtahunku…juga atas hadiahnya”ucap Key tulus sambil mencubit kedua pipi gadis itu.gadis itu membalas dengan senyum manisnya.
Gadis itu adalah cinta pertama bagi Key,ketika pertama kali bertemu dengan gadis itu..Key merasakan sesuatu yg berbeda dalam hatinya..jantungnya terkadang berdegup lebih kencang..jika berjalan disisi gadis itu..pikirannya jadi tak karuan..karena tiap siang dan malam hanya ada gadis itu..yg terpatri dikepalanya..seakan-akan gadis itu membawa kekuatan magis bagi Key..kekuatan yg bisa menggetarkan seluruh isi hatinya..bahkan Key merasa gadis itu telah menghipnotisnya..saat Key memandang matanya.
Dan sekarang gadis itu sudah jadi miliknya..takkan dia biarkan hati gadis itu direbut oleh hati yg lain.
“oppa”panggil gadis itu sambil menyenggol lengan Key yg terlihat sedang melamun
“hah..eh..”ucap Key..ketika sudah sadar dari lamunannya.
“kau sedang melamun yahh..”
“heh..ah..tidak..tidak..”K
“haha..kalau iya juga tidak apa2 kok..”
Key tersenyum kecil sambil mengusap kepala gadis yg ada disampingnya itu.
“kalaupun aku melamun..itu pasti kau yg ada didalam lamunanku..”
Gadis itu terlihat tersipu-sipu mendengar ucapan dari Key,dan menundukkan wajahnya.Key sangat suka melihat wajah gadisnya yg bersemu merah..ketika gadis itu tersipu malu.Key menggengam tangan gadis itu.
“gumawo..atas semuanya..chagiya..”
Gadis itu menoleh kearah Key,dan tersenyum dengan manisnya.”kau tak perlu berterimakasih oppa”
“tidak..jika itu dengan kau…maka aku harus mengucapkan terimakasih..karena kau sudah mengingat hari ultahku..karena kau sudah mau menemani diriku selama ini..dan karena kau selalu berada disisiku..”
“kalau begitu..itu semua tidak gratis..”sahut gadis itu cepat mengangetkan Key.
“heh..”
“iya..kalau begitu..aku minta bayaran atas hadiah itu..aku minta bayaran atas semua hal yg telah aku lakukan untukmu..”
“maksudmu..”
Gadis itu mengancungkan jari kelingkingnya dihadapan Key,membuat Key semakin bingung saja.
“yaitu..kau harus berjanji padaku..untuk menjaga diriku..untuk selalu melindungiku…juga selalu berada didekatku..dan tidak akan pergi meninggalkanku..”gadis itu masih mengancungkan kelingkingnya,Key tersenyum ketika mendengar ucapannya yg terlontar dari mulut gadis itu.
“baiklah..aku berjanji..”Key menautkan jari kelingkingnya di jari gadis itu,lalu mendekatinya..dan mengecup puncak kepala gadis itu.mereka berpelukan dibawah langit yg sedikit demi sedikit mulai menitikkan air hujan.
Key menggandeng tangan gadis itu untuk berteduh..karena tiba-tiba hujan mulai turun,Key membawanya berteduh didepan sebuah toko buku, disana ada sebuah bangku..
Mereka berdua duduk dibangku itu.Gadis itu mengibaskan rambutnya yg basah terkena air hujan,Key menatap gadisnya itu,lalu melepaskan jaket yg ada ditubuhnya,dan memasangkannya pada gadis itu.Gadis itu tersentak sejenak.
“kau pasti kedinginan..”ucap Key menarik tubuh gadis itu,agar mendekatinya..
“gumawo..oppa”gadis itu menyandarkan kepalanya kepundak Key.
Tidak lama kemudian,Key merasakan lehernya hangat,karena nafas gadis itu berhembus mengenai lehernya,rupanya gadis itu terlelap diatas pundaknya,Key memandang wajah gadis itu yg sedang tertidur,dia membetulkan posisi kepala gadis itu agar dia nyaman.gadis itu terlihat lebih manis bagi Key ketika dia tertidur seperti sekarang,bulu matanya yg lentik jadi terlihat jelas,bibirnya yg sedikit berwarna merah muda begitu mungil,Key mengalihkan pandangannya kearah jalanan yg masih basah diguyur oleh air hujan yg cukup deras..tak sanggup hatinya jika memandang terlalu lama wajah gadisnya itu.
Tiba-tiba matanya menatap sesosok bayangan ditengah jalanan,Key memicingkan matanya agar bisa melihat lebih jelas bayangan itu.ternyata itu sesosok anak anjing yg kehujanan ditengah jalan.
Key yg merasa kasihan beranjak dari bangku itu,sebelum menyadarkan kepala gadisnya itu disandaran bangku tersebut,lalu dia berlari menembus hujan yg cukup deras untuk menolong anjing tersebut..Key tidak menyadari dari kejauhan sebuah mobil melaju dengan kencang.
Hingga kejadian itu pun terjadi..
“OPPA AWAS…”gadis itu berlari kearah Key dan mendorong dengan keras tubuh Key yg sedang memeluk anjing tersebut.Tubuh Key bertabrakan dengan trotoar yg ada diseberang jalan,kepalanya hampir membentur aspal jalanan,Key merasa seluruh tubuhnya sakit,dia masih berusaha melindungi anjing yg ada dipelukannya,pandangannya mengabur..namun telinganya dapat menangkap dengan jelas suara keras bunyi tabrakan.
CITT…BRRAKKK….
Bersamaan dengan suara itu,semuanya menjadi gelap,dan Key tak sadarkan diri.
Key FLASHBACK END~
Key tersadar kembali kekenyataan yg ada.pandangan matanya menatap keatas langit.
“andai waktu itu..aku tak menyelamatkan anjing itu..mungkin kejadian itu tak kan terjadi..mungkin sekarang aku masih bisa melihat wajahmu..tapi aku juga tak bisa menyalahkan anjing itu…semua ini kesalahan diriku yg begitu bodoh..sangat bodoh..”Key menutup wajahnya.
“mianhe..mianheyo….Song Hye Sang karena aku tak bisa memenuhi janjiku dulu denganmu..
“tapi..apa kau tau sampai sekarang tak ada yg dapat menggantikan dirimu dihatiku…saranghae..”ucap Key lirih yg sampai sekarang masih merasa bersalah..atas kematian gadisnya itu..perasaan menyesal terus menyeliputi hatinya.
Key berjalan menjauh dari gerumunan orang-orang yg masih bertepuk tangan atas drama yg dimainkan sahabatnya itu,Lee Jinki.
++++++++++++++++++++++++++
Sun Hi POV
Setelah tirai merah diatas panggung menutup..dan drama ini selesai..aku masih merasa pusing,gugup,terharu…entah
aku duduk disalah satu kursi..kepalaku rasanya pusing,ini pertama kalinya aku tampil diatas panggung memainkan sebuah drama,ditambah lagi itu bersama dengan seseorang yg selama ini kusukai,Lee Jinki.
Entah mengapa..pandangan matanya ketika diatas panggung mampu menyihir diriku,hingga aku benar2 merasakan bahwa dia mencintaiku..saat dia membaca puisi tersebut,bahkan aku pun ikut menangis..sungguh kali ini aku dibuat tergila-gila oleh dirinya,bagaimana aku harus bersikap jika bertemu dengannya nanti..tuhan..tolong aku..
++++++++++++++++++++++++++
Onew POV
Perasaan apa ini..mengapa tiba2 wajah Sunhi terus ada dalam pikiranku semenjak pertunjukan tadi selesai.apa aku masih terbawa suasana drama tadi,rasanya aku benar2 menghayati peranku didrama itu,aku merasa Sunhi benar2 akan meninggalkanku.aku benar2 merasa kalau Sunhi sudah menjadi milikku.
Arghh..ini membuatku gelisah saja..aku jadi malu jika bertemu dengan Sunhi nanti,apa yg harus kukatakan padanya.
Aku hanya bisa meremas-remas rambutku sekarang,tak tahu harus berbuat apa.
Yg kupikirkan…bagaimana pendapat orang2 tentang drama kami tadi,apakah kami berhasil membawakannya dengan baik..
Ah..entahlah..
++++++++++++++++++++++++++
Seminggu telah berlalu..bersamaan dengan berakhirnya Festival sekolah Gwangchum..
Selama itu juga hubungan Sunhi dan Jinki menjadi dekat..semenjak mereka mementaskan drama bersama-sama waktu itu..awalnya mereka berdua masih malu2..saat bertemu sesudah pemainan drama di acara pembukaan festival sekolah..namun akhirnya Onew memberanikan diri..tuk menyapa Sunhi terlebih dahulu…mengajaknya makan siang bersama dikantin..dan sering kali mereka pulang sekolah bersama..sampai sekarang..mereka jadi akrab dan berteman baik.
“Jinki-ah..akhir2 ini kulihat kau jadi sangat akrab dengan Sunhi..”Key menepuk pundak Onew yg sedang memasukkan kimbap kemulut,yg berhasil dibuat tersedak oleh Key.
“uhukk..ya..kau jangan mengagetkanku seperti ini dong”protes Onew sambil mengambil air mineralnya,dan meneguknya akibat tersedak tadi.
“hehe..mian..mian..”maaf Key,lalu menarik kursi dan duduk disamping Key.
“sudahlah…ah..ya..kau tadi bilang apa..padaku?!”Onew menoleh kearah Key.
Key memasukkan roti coklat kedalam mulutnya..”hmm..aku hanya bilang..kalau akhir2 ini..kau semakin dekat saja dengan Sunhi”ucap Key sambil mengunyah makanannya.
Onew menunduk seketika,wajahnya jadi memerah..setiap kali mendengar nama Sunhi disebut.Key memerhatikan Onew yg sedang menunduk sambil senyum-senyum sendiri.
“heh..Jinki..ada apa dengan kau?!”Key menyenggol badan Onew.
“hah..heh..mwo?”Onew jadi salah tingkah,dan mengaruk kepalanya tak karuan.
Key tergelak saat melihat wajah Onew yg seperti itu,wajah Onew yg memerah karena malu2.
“hmphh..rupanya kau sedang jatuh cinta Jinki-ssi” sindir Key sambil menahan tawanya.
“mwo..aku..jatuh cinta..tidak mungkin”sahut Onew.. menggeleng-gelengkan kepalanya tak yakin dengan ucapan Key.
“ciihh..dari sikapmu saja sudah..ketahuan..kalau kau sedang jatuh cinta..”ejek Key sambil menyeringai kearah Onew.
“dengan Sunhi..”lanjut Key.Onew memandang Key dengan wajah yg masih bingung.
“jatuh cinta..rasanya tidak..mungkin”sahut Onew
“kau..jangan memungkirinya..saat ini kau bisa saja bilang begitu..tapi suatu saat nanti kau pasti akan menyakininya..”
“mungkinkah..begitu..apa aku..sedang jatuh cinta pada..Sunhi ” Onew bertanya-tanya sendiri.
Sekali lagi Key menepuk pundak Onew..
“terkadang kita tidak bisa merasakan kedatangannya cinta.. kita tak menyadarinya akan hal itu..bahkan kita tak mengetahui kapan cinta itu bersarang..di hati kita..” Key berbicara sambil menerawang jauh,tanpa melihat Onew.
“atau..mugkin kita baru akan merasakannya..ketika cinta itu..meniggalkan kita pergi”lanjut Key lirih. Onew yg memerhatikan Key bebicara,melihat ada kesedihan yg tersirat didalam mata Key,maupun ucapannya.
“Ki bum-ah..
“Jinki..kau harus bisa menggapai cintamu itu..sebelum ia menjadi milik orang lain..atau sebelum ia meninggalkanmu pergi jauh..
“seperti..cintaku dulu..”Key membuang mukanya kearah lain.Onew memiringkan kepalanya untuk melihat wajah Key.
” cintamu dulu..?!”ulang Onew.Terdengar Key menghela nafas dengan berat.
“ya..cinta yg sampai sekarang tak bisa kulepaskan..walaupun ia sudah pergi jauh..”sahut Key berusaha tersenyum,namun tampak dipaksakan.senyuman yg pahit.
“maksudmu..”Onew ingin bertanya tapi ia ragu.
“hmm..gadis yg kucintai sudah tak ada di dunia ini lagi..dia sudah pergi jauh..mungkin sekarang ia sudah bahagia di langit sana…”Key menunduk,untuk kesekian kalinya kejadian itu..kembali memasuki memori otaknya.
“mianhe..a-ku tidak tahu..kalau..”Onew tidak dapat meneruskan kata2nya..ia merasa tidak enak hati pada Key.Ia juga dapat merasakan perasaan Key sekarang ini.
Key mengangkat wajahnya dan tersenyum memandang Onew.
“gwencana...cinta kadang memang seperti itu..tak selamanya bahagia..ataupun merana..kadang ada juga cinta yg tak dapat kita miliki”
“mereka sukar tuk dimengerti..”Onew ikut menimpali.Key mengangguk.
“dan sekarang..lupakan hal itu dulu..”ucap Key,matanya memandang serius kearah mata Onew.
“jadi..apa kau sudah memikirkannya..?”
“tentang..?!”
“apakah kau menyukai..Sunhi..atau tidak..”Key menunggu jawaban yg keluar dari mulut Onew..namun yg keluar hanya hembusan nafas.
“entahlah…aku juga tak bisa mengerti hatiku,perasaanku..bahkan pikiranku sekarang..setiap kali mendengar namanya..jantungku terasa berdegup lebih kencang”Onew menutup wajahnya dengan tangan.
“begitulah rasanya..,Jinki..jika orang sedang jatuh cinta”
“betulkah..aku jatuh cinta..”Onew mencoba menyakinkan hatinya sekali lagi.Key mengangguk dengan pasti.
“that it’s love..kau jatuh cinta..Jinki!!”
“lalu..apa yg harus kulakukan..aku tidak tahu..”Onew merasa stress,dan hanya mengetuk-ngetukan sepatunya kelantai.
Key menggengam kedua bahu Onew dengan keras.membuat Onew tersentak kaget..hampir jatuh dari kursinya.
“tentu saja..kau harus mengutarakan perasaanmu padanya”
“tapi..
“tidak ada kata tapi..untuk mengejar cinta..”
“aku tidak yakin..aku takut jika dia tidak mau menerimanya nanti..”
“dan tidak ada kata takut dalam kamusku…kau tidak akan tahu hasilnya..jika kau belum mencobanya..siapa yg tahu kalau ternyata Sunhi juga menyukaimu..”Key mencoba tuk menyakinkan Onew.
Sedikit kekuatan muncul dalam diri Onew..setelah mendengar ucapan Key tersebut.
“kau betul..aku harus mencobanya…aku akan mengutarakan perasaanku pada Sun Hi”Onew berdiri dari tempat duduknya.Key tersenyum melihatnya.
“hmm..bagus..aku akan mendukungmu..”Key memberikan semangat pada Onew.
“tapi..”tiba2 raut wajah Onew berubah.
“ada apa lagi..sih..”
“bagaimana dengan cowok yg selalu bersama Sunhi itu..”
“maksudmu Junsu..? kau tenang saja..yg kutahu Junsu itu sahabatnya Sunhi..mereka memang dekat,tapi sebatas persahabatan saja..bukan berarti pacaran”
Onew menghela nafas rasanya..c ukup lega juga hati Onew mendengar hal itu.
Teett..teett..
“hmm..bel sudah berbunyi..aku kembali..kekelasku dulu”ucap Key sambil beranjak dari kursinya.
Sebelum Key melangkah pergi,dia kembali berbisik ketelinga Onew..
“Jinki..ingat..kau harus berjuang untuk cintamu itu..hwaiting!!” ucapnya melangkah mundur sambil mengepalkan tangannya keudara memberi semangat,dan menghilang dibalik pintu kelas Onew.
Onew tersenyum dan mengangguk.
“gumawo..”ucap Onew pelan.
++++++++++++++++++++++++++
Junsu POV
Akhirnya aku menyadari perasaan yg selama ini terus kurasakan..perasaan yg selama ini berkecamuk dihatiku..perasaan yg menghantuiku dengan bayang-bayang seseorang..
bukankah ini yg dinamakan dengan cinta..
Aku menatap Sunhi yg sedang memperhatikan songsaenim menjelaskan pelajaran didepan kelas.Dia tampak manis jika memasang tampang serius seperti sekarang ini.sekilas dia memandangku dan tersenyum.ah...diriku bagai ditiup angin surga yg datang tiba2..rasanya sejuk sekali bisa melihat senyuman Sunhi.
“Junsu-aa...ya..”seseorang
“ahh..sikkura..”aku menyikut tangannya dari tubuhku,tanpa mengalihkan mataku dari Sunhi.
“woi..KIM JUNSU..”teriaknya ditelingaku,membuatku terlonjak kaget,dan menutup telingaku.
“aishh...wenji-ya...MWO?”a
“ckckck...kau ini pelajaran sudah berakhir..apa kau tidak ingin pulang..dan bermalam disekolahan”
“heh..sudah bel pulang yah?!”tanyaku dengan tampang bodoh.
“pabbo..sudah dari tadi..kau keasyikan menatap Sunhi sih..makanya tidak mendengar bel pulang” Yoochun menyengir kearahku.
“sialan..kau..”tinjuku kebahunya.
“kau kira..aku bodoh..tidak tahu kau sedang jatuh cinta padanya”Yoochun memonyongkan bibirnya menunjuk Sunhi.aku menunduk malu,sambil menggaruk kepala yg tak gatal.
“betulkan...kau suka padanya?”Yoochun mengedipkan satu matanya,tuk menggodaku.
“ya..begitulah..”aku terlalu malu tuk mengakuinya.
“sudahlah..Junsu..kau tak usah malu2 begitu tuk mengakuinya..”
“yah..kau benar..aku jatuh cinta padanya..”
“kalau..begitu..mengapa tidak kau utarakan saja perasaanmu..pada Sunhi”
Cukup kaget juga aku..mendengar perkataan Yoochun tadi.
“mengatakan kalau..aku menyukainya..begitu maksudmu..”
“tentu saja..kau ini..bodoh sekali”ejeknya padaku.
Heh..aku juga ingin menyatakan perasaanku yg sesungguhnya pada Sunhi,tapi..aku tahu kalau laki-laki yg dicintai Sunhi bukan aku,dan aku tak ada tempat dihatinya,lagi pula mungkin Sunhi hanya menganggapku sebagai sahabat baiknya,tidak lebih dari itu.
“Junsu-ah..”Yoochun berdiri dihadapanku,memegang kedua pundakku,membuyarkan lamunanku.
“heh..”
“kalau kau memang sungguh2 menyukai Sunhi..kau harus berani menyatakan perasaanmu itu padanya”
“tapi..
“jangan jadi orang yg pecundang..Junsu..kau harus bisa mengalahkan rasa takut dan malu jika sudah berhadapan dengan yg namanya cinta”gaya bahasa Yoochun seolah-olah dia sudah berpengalaman dengan yg namanya cinta saja.aku hanya tercengang mendengarkannya,lalu membuang mukaku sambil menghela nafas.
“ckckck...”decak Yoochu, mengeleng kepalanya lalu mengambil tasnya.
“Junsu-ah..berusahalah dulu..kau diterima atau ditolaknya itu urusan belakang..yg penting kau sudah mengatakannya..”
“kalau begitu aku duluan”pamit Yoochun sambil menepuk punggungku.
“dan sepertinya..sekarang waktu yg tepat”tambahnya membisiki telingaku sambil menunjuk Sunhi yg sedang memasukan buku2 kedalam tasnya.
“heh-Yoochun kau..
“oke..bye..aku pulang duluan”sahut Yoochun sambil melangkah pergi,dan menghilang dibalik pintu kelas.
Aku memandang Sunhi yg ada ditempat duduknya,aku merenungkan lagi pembicaraanku dengan Yoochun tadi,ada benarnya juga.Mengapa aku tidak mencoba saja,dan siapa tau dewi fortuna sedang berpihak padaku hari ini,aku melirik keseliling kelas..yoshh..tinggal kami berdua.aku mengambil tasku dan beranjak menuju Sunhi.
“Sunhi-ah..kau sudah mau pulang..”aku bertanya canggung padanya,sebenarnya akhir2 ini aku dan Sunhi sudah jarang pulang bersama.
“hmm..”Sunhi mengangguk.
“ada apa..memangnya?”
“eng- ada sesuatu yg ingin ku bicarakan denganmu”cukup gugup juga untuk mengatakannya,dan kurasa tanganku mulai berkeringat dingin saking gugupnya.
“tentang apa itu..”
Aku menunduk..tak berani memandang wajah Sunhi,pipiku juga mulai panas karena malu.
“neaga..e-eh..”aku menggaruk-garuk kepalaku..mengapa susah sekali sih tuk mengucapkannya.Sunhi menautkan kedua alisnya,bingung melihat diriku yg gelisah dihadapannya.
“aku..
“Sunhi-ah..”teriak seseorang dari belakangku.aku dan Sunhi menoleh kearah suara itu.
Sial....
++++++++++++++++++++++++++
Sunhi POV
Aku bingung melihat Junsu dari tadi berdiri dihadapanku dengan gelisah..dia bilang ingin membicarakan sesuatu denganku,tapi yg kudengar hanya dengusan2 tak jelas dari mulutnya.aku menunggunya berbicara sambil memandang wajah Junsu.
“aku..”ucapnya.
“Sunhi-ah..”tiba2 seseorang memangilku,aku menoleh kearah suara itu.
“Jinki..”gumamku.
Dia tersenyum lalu menghampiri aku dan Junsu.
“apa aku menganggu kalian”ucapnya sambil bergantian melihat aku dan Junsu
Junsu hanya mengangkat kedua bahunya sambil membuang mukanya keluar jendela.
“hmm..ada apa..”tanyaku.
“eh..sebenarnya aku hanya ingin mengajakmu pulang bersama”
“eh..jankanman”
Aku melirik kearah Junsu,merasa tidak enak hati padanya.”Junsu-ah..kau tadi mau bilang apa..?”aku masih penasaran dengan apa yg ingin dia ucapkan tadi.
“eh..bukan yg hal yg penting kok..”sahutnya.
“apa kau mau pulang bersama kami..”tanyaku pada Junsu.
“heh..aniyo..tidak usah kalian pulang duluan saja”sahutnya cepat
“aku masih ada sedikit urusan disekolah..kalau begitu aku keluar dulu”Junsu tersenyum lalu beranjak pergi meninggalkan aku dan Jinki berduan didalam kelas.
Aku menatap Jinki
“jadi..kita pulang sekarang”
“itu..sebenarnya aku ingin mengajakmu kesuatu tempat dulu”
“kemana..”
Jinki tidak membalas pertanyaanku,dia langsung menarik tanganku dan keluar kelasku.aku menurut saja dibawa oleh Jinki.aku tidak tau Jinki ingin membawaku kemana.
Aku bingung dengang sikap Junsu yg terlihat kecewa ketika Jinki masuk kekelas kami tadi,tiba2 dia juga berubah jadi dingin akhir2 ini,bahkan kami jarang pulang bersama sekarang,karena hampir setiap hari Jinki yg mengajakku pulang bersama,dan begitu juga hari ini,tapi aku heran dia mau mengajakku kemana..ahh..sudahlah..aku
++++++++++++++++++++++++++
Junsu POV
Aku beranjak keluar kelas meninggalkan Sunhi dan Jinki disana.
Sial..mengapa disaat seperti ini..tiba2 cowok yg bernama Lee Jinki itu harus muncul,merusak suasana hatiku saja.
“Shit..”aku mengumpat kesal,sangat kesal..hingga tembok yg ada dihadapanku pun ku tinju sekeras-kerasnya.
Aku menatap kelasku dari jauh,kulihat Jinki dan Sunhi baru saja keluar dari sana,hatiku menjadi panas..saat kulihat kearah tangan Sunhi yg digandeng oleh Jinki.arghhh...aku kembali meninju tembok dengan tangan kananku.
Aku tahu bahwa ini akan terjadi,suatu saat akan begini..selamanya aku tak akan bisa memiliki Sunhi,menjadikan dia lebih dari sahabatku,karena aku tahu..kalau dihatinya hanya ada Jinki..
Aku tak mungkin memaksakan merebut hati Sunhi yg mungkin hanya akan diberikannya untuk Jinki. Aku tak dapat mencuri hati itu dari Jinki,dari awal aku memang telah dikalahkan oleh Jinki,dan aku tak berhak memiliki hati Sunhi.takdirku berkata..”aku sudah ditolak,sebelum mengutarakannya pada gadis yg kucintai”..
Yah...dan sekarang aku hanya bisa mengutuki takdirku itu,seandainya aku bisa menyadari rasa cinta ini lebih awal dan bukan sekarang,mungkin aku masih bisa memiliki hati Sunhi,dan tak begini ceritanya..namun semuanya terlambat..dan berakhir..takdirku berkata lain,sekarang aku meratapi diriku sendiri yg begini..bodoh,dikalahkan oleh cinta..dan bukankah rasa penyesalan itu biasanya datang paling akhir??
++++++++++++++++++++++++++
Onew membawa Sunhi kesuatu sempat,sebelum sampai ketempat itu Onew menutup kedua mata Sunhi dan menuntunnya hingga samapi ketempat yg dimaksud.
“nah..kita sudah sampai..”ucap Onew sambil menjauhkan tangannya yg menutupi mata Sunhi.
Sunhi terkejut dengan pemandangan yg ada dihadapannya,cukup lama dia hanya bisa menganga dan terbelalak melihat apa yg ada dihadapannya.
“Jinki..ini..
“bagaimana..indah bukan?”
Sunhi mengangguk pelan,dia terpana dengan apa yg dilihatnya..sebuah taman yg penuh dengan bunga dan sebuah danau disampingnya.dan pohon-pohon yg sudah dipenuhi dengan balon yg berwarna-warni.
Sunhi berpaling menghadap Onew yg tersenyum menatap wajahnya.
“i-ini..maksudnya apa..
Perlahan-lahan Onew melangkah mendekati Sunhi,hingga jarak mereka sangat dekat,dan Sunhi dapat melihat wajah Onew dengan jelas,nafas lembutnya berhembus menyapu wajah Sunhi.
Tiba-tiba..Onew mengenggam kedua tangan Sunhi dan menautkan jari2nya diantara jari2 milik Sunhi,lalu mengangkat tangan itu kehadapan mereka berdua.Sunhi kaget..tiba2 jantungnya berdegup dengan kencang..ada apa ini..dia hanya bertanya-tanya dalam hati..
Onew tersenyum,dan kali ini bagi Sunhi itu senyum terindah yg pernah dilihatnya.
“Sunhi..kau tahu,mengapa aku membawa kau ketempat ini”tanya Onew masih dengan senyum memikatnya.Sunhi hanya mengelengkan kepalanya.
“tepat ini disebut Hamke”
“bersama?!”
Onew mengangguk dan memandang dalam kemata Sunhi
“bersama...ditempat inilah dulu sepasang kekasih yg tidak saling mengenal,dipertemukan untuk pertama kalinya..dan disinilah jugalah akhirnya sepasang kekasih itu dipersatukan oleh cinta..benih-benih cinta mereka tumbuh bersama ditempat ini,dan mereka berdua berjanji tuk selalu bersama menjaga cinta sejati mereka agar terus hidup..walaupun mereka sudah tiada,tapi cinta mereka terus bermekaran seperti bunga disini..menumbuhkan bunga-bunga baru yg lebih indah”
Sunhi tercengang dengan ucapan Onew tersebut,bagaimana sebuah kata bersama..kata yg cukup sederhana sebenarnya,tapi ternyata memiliki arti yg luar biasa indahnya..bahkan tak pernah diketahui oleh orang2 sekalipun.
Onew mendekatkan wajahnya ketelinga Sunhi..dan membisikkan sebuah kalimat padanya,yg membuat hati Sunhi bergetar dan jantungnya kembali berdegup tak normal..tak satu kata pun dapat keluar dari mulut Sunhi,dia masih tak percaya dengan apa yg baru saja didengarnya.
“Sunhi..you want to be my girl..”ucap Onew lembut namun begitu indah ditelinga Sunhi.
Sunhi dibuat membisu karena kata2 tersebut,perlahan dia mengangguk..matanya mulai berkaca-kaca,hatinya dipenuhi dengan rasa haru campur bahagia..Sunhi tak dapat mempercayai hal ini,tiba2 dia menangis..tangis bahagia..Onew merengkuh Sunhi,membawanya kedalam pelukannya.
“gumawo Sunhi..gumawo..”bisik Onew berulang-ulang,dan mempererat pelukannya,Sunhi membalas pelukan Onew.
Dan dari langit perlahan-lahan hujan mulai turun..Onew melepaskan pelukannya,sejenak Onew memandang wajah Sunhi,lalu mengecup keningnya..
Hujan mulai deras..Onew menarik tangan Sunhi tuk berteduh dibawah sebuah pohon.satu tangannya menggenggam erat bahu Sunhi.
“kau tahu Sunhi..aku sangat bahagia sekarang”ucap Onew sambil menatapi air hujan yg turun.Sunhi tersenyum.”aku juga..”
“hmm..karena akhirnya..aku dapat mengutarakan perasaanku padamu..dan tempat ini menjadi saksinya bahwa kau menerima cintaku..”Onew mengelus pipi Sunhi.
“ditempat ini juga cinta menyatukan umma dan appaku...
“dan sekarang menyatukan kita berdua..kau mau kan..berjanji kepadaku Sunhi?”pinta Onew sambil menunjukkan jari kelingkingnya kedepan Sunhi.
“berjanjilah..agar kau terus berada disisiku..dan tak kan pernah pergi meninggalkannya..meninggal
“hmm..aku berjanji”Sunhi menjawabnya dengan tegas,dan menautkan jari kelingkingnya kejari Onew.
Onew mendekap tubuh Sunhi,perasaannya sungguh bahagia saat ini..tidak pernah dia merasa sebahagia ini sebelumnya,mungkin karena sekarang rusuk punggung yg telah lama dicarinya..sudah ditemukannya..dan rusuk itu adalah Sunhi..gadis yg membuatnya dapat berdiri tegak hari ini..dan semoga untuk selamanya..rusuk itu dapat membuatnya berdiri lebih kuat dan kokoh.
“kau akan menjadi orang pertama yg tidak akan pernah kulupakan dan tidak akan menghilang..aku akan menorehkannya dibibir..sumpah,harapan,pe
Perasaan lembut yg berada jauh didalam lubuk hatiku..adalah satu hal yg telah kucari selama ini..kehangatan yg datang dari tangan mungilmu..
Tempat ini,hujan ini..pohon ini..semua yg ada disini telah menjadi saksi bahwa aku telah menemukan rusuk punggungku..dan juga cinta sejatiku..Sunhi
On the water of love that floods everthing over,
So that there is nothing the eye sees that is not covered in
There is no angle the world can assume
Which the love in my eye cannot make into a symbol of love
Even the precise geometry of his hand
When i gaze at it
Dissolves me into water
And i flow away in a flood of love
--THE END--


No comments:
Post a Comment