Saturday, January 2, 2010

Please,Don't Go..Part.1

++++++++++


“Saat pertama kali ku melihat senyummu
Kau bagaikan malaikat yang datang dari langit
Kau membawa sejuta kebahagiaan
Kau hilangkan semua kehampaan dalam hatiku
Kau sungguh berbeda,
Kau adalah bintangku yang cerah
Bulan purnamaku yang telah menuntunku ke cahaya

Tetapi sekarang…
Kenapa kau membuat hatiku sedih?
Kau buat hati ini sakit
Yang diliputi dengan air mata
Meninggalkan ku di kegelapan,tanpa perkataan…
Pergi begitu saja…

Sekarang kau pergi dari dekapanku
Jangan tinggalkan aku seperti ini..
Kumohon dekap aku didalam dekapanmu lagi
Dekap aku seperti dulu..
Apakah kau tau..bahwa aku sangat mencintaimu
Sungguh mencintaimu…

Tapi mengapa kau terus menjauh tanpa melihat kearahku..
Kau pikir aku bahagia tanpamu sekarang?
Waktu terus berlalu
Dan hatiku semakin sakit
Dan aku terus menangis setiap malam

Matahari menjadi gelap tanpamu disini
Bintang menjadi pudar tanpa senyummu
Padahal di sini ku merindukanmu
Ku hanya bisa memberikan cintaku padamu
Aku harap kau masih tersenyum dengan gembira
Meskipun disini ku berlinang air mata
Tolong maafkan aku yang seperti ini
Aku tau kau tak ingin aku bersedih untukmu
Aku masih menunggu
Jika kau ingin kembali padaku..”

Aku terpaku ditempatku berdiri,rasanya aku tak sanggup melangkah lagi..seperti ada sesuatu yg mengahalangiku tuk berjalan.ya..tentu saja..sesuatu itu…karena jauh dihadapanku berdiri seorang cowok..bukan bagiku ia malaikat..yg baru saja membaca syair-syair puisi..yg sangat menyentuhku..walaupun puisi itu bukan tertuju untukku..tapi rasanya hatiku juga dapat merasakan tiap makna yg ada pada bait-bait puisi itu.aku tak mengalihkan padanganku satu kalipun dari cowok itu,kulihat dia mulai mondar-mandir dengan selembar kertas ditangannya..matanya memandang langit-langit ruangan itu,mulutnya bergumam..mungkin ia sedang mencoba mengahapal puisi yg baru saja di bacanya tadi.

“ah..pabbo..pabbo”dia berteriak-teriak pelan sambil menepuk-nepuk kepalanya dengan kertas yg ada ditangannya itu.”ahh..acaranya kan tinggal dua hari lagi,tapi aku belum juga bisa membaca puisi ini dengan bagus..eottoehke..!!”ia keliatan bingung.

Aku hanya bisa menatapnya dari balik pintu ruangan ini,ekspresinya yg bingung itu kelihatan sangat manis bagiku.”ah..kenapa aku begitu mengangumimu…”lirihku pelan,saat aku mengatakan itu seekor kucing bergelut manja dikakiku,aku yg kaget dengan itu..tak sengaja mendorong pelan pintu ruangan tersebut,hingga berbunyi..kreek..kk..dan akhirnya terbuka,seketika itu juga cowok itu menoleh kearahku.”ah..kucing pabbo..kubunuh kau..”batinku.sekarang cowok itu menatapku.
“aigo~..bagaimana ini,sebaiknya aku kabur saja”


++++++++++++++++++++++++++
+++++++++


Onew POV

Aku terkejut ketika pintu ruangan ini terbuka,dan disana ada seorang cewek berdiri.ia menatap kearahku,siapa dia..
“ya..nuguyeyo..”teriakku padanya.ia terdiam tidak menyahutku,aku melangkah tuk menghampirinya.
Wajah cewek itu terlihat kebingungan,ia menggaruk-garuk kepalanya..”lucunya..”batinku.
Namun belum juga aku sampai dihadapanya,ia malah berlari menjauh.
Aku mengejarnya namun hanya sampai didepan pintu.siapa cewek itu,apa ia melihatku ketika membaca puisi tadi.ah..tidak..itu sungguh memalukan jika hal itu terjadi.refleks ku menepuk dahiku..”kenapa aku jadi malu begini”.
“sebaiknya..aku berlatih lagi saja,daripada memikirkan cewek itu”


++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Sunhi POV

“ah..pabbo..pabbo…dasar kucing sialan..brengsek”disepanjang koridor sekolah aku memaki-maki kucing yg tadi sempat membuatku kaget sekaligus malu,karena tak sengaja mengintip Onew yg sedang berlatih membaca puisi,dan malah ketangkap basah olehnya,itu gara-gara lah kucing sialan tadi.untung saja aku cepat-cepat kabur sebelum tadi ia sempat menghampiriku,kalau itu terjadi bisa-bisa aku akan kehabisan nafas dan mati mendadak.karena orang yg kusukai datang menghampiriku.
aku mempercepat langkahku menuju kelas,karena habis ini pelajaran olahraga.
“ah..semoga saja Onew tidak mengenaliku”doaku dalam hati.


+++++++++++++++++++++++++++++++++++


Sunhi bergegas menuju lapangan setelah mengganti baju seragamnya dengan kaos olahraga,rupanya ia terlambat untuk mengikuti olahraga,gara-gara keasyikan melihat Onew yg tadi membaca puisi diruangan musik.
Sunhi berlari menuju siswa-siswa lainnya yg sudah berkumpul ditengah lapangan.
“Park Sunhi-ssi,kenapa kau terlambat”si botak Youngsu songsaenim bertanya pada Sunhi.
“jweoseonghamnida..songsaenim,lain kali aku takkan terlambat lagi”Sunhi membungkukkan badannya meminta maaf,tidak mungkin ia memberitahukan bahwa ia terlambat hanya karena tak sengaja melihat Onew baca puisi,lalu mengintipnya dan mendengar suara merdu Onew saat membaca puisi itu,hingga lupa waktu..dan terlambat datang kesini.
Tiba-tiba seorang cowok muncul dihadapan Sunhi.”heii..kemana saja kau,jadi terlambat begini..untung Youngsu-nim lagi baik hatinya hari ini..”
Sunhi yg lagi asyik melamun,tersentak kaget.”ya..Junsu-ah..kau mengagetkanku saja”satu jitakan mendarat dikepala Junsu.
“aww..kau suka sekali menjitak kepala orang yg tak berdosa,aku kan Cuma bertanya..galak amat sih”Junsu mengelus-elus kepalanya.
“ah..jinja..!!tapi bisakan kau tidak muncul mendadak seperti setan kayak tadi..kebiasaan deh”sewot Sunhi.
“ya..mian..mian deh..”
“ah..sudahlah,hari ini aku lagi malas berdebat denganmu”Sunhi mengibas-ngibaskan tangannya kehadapan Junsu.
Junsu memonyongkan bibirnya.”lagian juga siapa yg mau berdebat denganmu,hanya membuang waktuku saja”Junsu pun berlari ketengah lapangan sambil menendang-nendang bola yg sedari tadi dipegangnya.
“err..dasar…Junsu pabbo..”geram Sunhi yg kesal melihat kelakuan Junsu.
Dari jauh Junsu menjulurkan lidahnya kearah Sunhi.Sunhi membalasnya dengan menjulingkan kedua matanya.
“kau terlihat bodoh..Sunhi-ah”teriak Junsu nyaring ditengah lapangan,sontak siswa yg lain memandang kearah Sunhi.
Sunhi melotot kearah Junsu.”Yaa..Junsu-ah..kau benar2 mau kubunuh ternyata”Sunhi berlari mengahampiri Junsu,namun Junsu malah berlari juga melihat aura pembunuh dari Sunhi.akhirnya mereka malah saling kejar-kejaran.
“sunhi..pabbo..pabbo..”ejek Junsu sambil terus berlari.


+++++++++++++++++++++++++++++++++++


Onew POV

“aishh..enak sekali mereka bisa bermain dilapangan,sedangkan aku harus berada disini untuk latihan”aku memandang iri kelapangan dari tempatku berdiri diruangan musik yg berada dilantai dua,aku menatap melalui jendela.”seandainya..aku bisa ikutan bersenang-senang disana sekarang..”aku melihat dua orang siswa yg sedang asyik berkejaran,aku jadi ingin ikut bersama mereka.
“aish..apa yg kau pikirkan Jin ki..kau harus latihan,besok lusa sudah harus tampil”aku menggeleng-gelengkan kepalaku,berusaha menghilangkan pikiran tuk bersenang-senang.aku kembali konsen dengan selembar kertas yg sedari tadi kupegang,mencoba menghayati tiap bait dari puisi tersebut.
“kenapa..puisi ini susah sekali dimengerti sih”sekarang aku menggaruk-garuk kepala..streess..
“jatuh cinta saja,aku belum pernah..apalagi ditinggal oleh orang yg aku cintai”aku malah mengomentari puisi yg ada ditanganku ini.
“lagipula kenapa harus aku sih yg membaca puisi ini..padahal masih ada Kimbum yg bisa membacakannya”
“aku kan bukan orang yg puitis..apalagi romantis..seperti Kimbum”aku berpikiran yg tidak-tidak.

“hei..sampai kapan kau akan terus bicara dengan kertas ditanganmu itu”seseorang mengagetkan ku dari belakang,sepertinya aku mengenali suara ini,aku menoleh kebelakang..dan tebakanku tepat…
“Kimbum-ah…s-ssejak kapan kau berdiri dibelakangku”tanyaku gugup.jangan-jangan ia mendengar semua omonganku tadi..dan betul saja..
“sejak kau bilang’jatuh cinta saja,aku belum pernah..apalagi ditinggal oleh orang yg aku cintai’ “Key mengulang kata-kataku.
“ya..berarti kau mendengar semua ucapanku tadi..”
“ne..”Key tersenyum aneh,sekarang rasanya pipiku memerah..malu sekali diriku,seandainya tiba2 ada lubang dibawahku,aku ingin tenggelam saja bersama lubang itu.tapi itu hanya khayalanku semata..buktinya sekarang Key masih berdiri didepanku,bahkan ia tertawa-tawa tak jelas.
“ya..Kimbum-ah..apa yg kau tertawakan”
“hehe…mukamu sangat lucu Jinki..jika kau tersipu begitu”Key menutup mulutnya menahan tawa.
“ah..jinja!!…kau jangan menggodaku seperti itu..rasanya aku jadi ingin muntah mendengarnya”
“mian..aku tak bermaksud..begitu”namun Key masih terkekeh.
“aishh…sudahlah,aku tak ada waktu tuk meladenimu sekarang,aku harus segera menghapal puisi ini”

“beruntung sekali kau Jinki-ah…
”beruntung!!apanya yg beruntung?!..siapa..?’’aku tak mengerti maksud perkataan Key barusan.
“sudahlah..tak usah dipikirkan perkataanku barusan”Key membuang mukanya kearah jendela,membuatku penasaran saja.

“hmm..itu Junsu dan Sunhi”gumamnya.
“siapa..”
“itu dua orang yg sedang berkejaran dilapangan..”tunjuk Key.
Aku melihat kearah dua orang yg ditunjuk olehnya”hmm..mereka,yg tadi kulihat”batinku.
“kau kenal mereka..”
“tentu saja…mereka kan teman sekelasku”jawaban Key membuatku terkejut.
“ya..berarti seharusnya kau ada dilapangan,bukankah kelas kalian sekarang sedang olahraga”
“hmm..”sahutnya cuek.”aku malas..makanya aku bolos kesini,tadinya kukira disini tidak ada orang..ternyata malah ada kau”
“heh..bolos..dasar kau ini,bagaimana kalau ketahuan?!”
“ah..itu masalah gampang,bilang saja aku ketinggalan baju olahraga”
“alasan yg tak masuk akal”
“ah..sikkura!!..kau selalu saja berkomentar”Key beralih,dia duduk didepan sebuah piona.”sudah lama aku tak bermain piano”tangannya siap diatas tuts-tuts piano
“heh..memangnya kau bisa bermain piano”
“mwo..!!kau mengejekku…tentu saja aku bisa..sekarang diam dan dengarkan”tantang Key.Key mulai memainkan sebuah instrumen bernada klasik,Onew memperhatikan disebelahnya dengan tercengang.
“jankanman..”
“mwo..”
“aku ada ide,kau mainkan piano itu sebagai penggiringku membaca puisi ini,pasti akan terdengar lebih bagus”
“hmm..baiklah”Key menuruti kata-kata Onew.
Onew mulai membaca puisinya sekali lagi,kali ini dengan iringan suara piano yg dimainkan oleh Key.


++++++++++++++++++++++++++++++++++





“aish..pigonheyo..”Sunhi terduduk disisi lapangan,kakinya sudah cukup pegal,hanya untuk mengejar Junsu saja.
“yippie..akhirnya kau menyerah juga”Junsu duduk disebelahnya,menselonjorkan kakinya.
“sanggwannobso…”Sunhi malas berdebat dengannya,lagipula nafasnya masih ngos-ngosan.
“Sunhi-ah..kau belum memberitahu alasan kenapa kau terlambat tadi..”
“mwo..!!alasan..?buat apa aku memberimu alasan..kau kan bukan Youngsu-nim”
“aigo~ daritadi kau menjawab pertanyaanku dengan marah-marah..apa kau lagi…
“aniyo…”potong Sunhi cepat.
“lalu..kenapa bawaanmu..daritadi marah-marah terus..”
Sunhi memalingkan wajahnya dari Junsu,ia menengadah kelangit.ahh..kau tidak tahu perasaanku sekarang Junsu-ah…bahwa aku sedang”jatuh cinta”.batin Sunhi
Junsu menjentikkan jarinya didepan wajah Sunhi.”ya…kau malah melamun..”
Sunhi tersentak kaget.”tidak..aku hanya sedang memikirkan seseorang”ucapnya keceplosan.
“memikirkan seseorang..?!”Junsu mengangkat satu alisnya.
“ah..eh..itu..”Sunhi salting
“ya..Sunhi..apa kau sedang jatuh cinta” tepat sasaran.Sunhi menggaruk-garuk kepalanya yg tak gatal.
“hmm..mungkin”
“siapa cowok..itu..?!
Lama Sunhi tak bersuara,dia ragu tuk menjawabnya.
“apa cowok itu..Lee Jinki..”spontan Sunhi menoleh ke Junsu.
“ya..darimana kau tau..”
“hah..ternyata benaran Lee Jinki..padahal aku hanya menebaknya saja”
“aishh…”Sunhi menepuk jidatnya.”kenapa tebakanmu selalu tepat sih..”
Junsu tersenyum tipis”aku hanya bercanda…sebenarnya,aku sudah lama mengetahui hal itu..”
“ddo..bagaimana mungkin kau tahu..”Sunhi sungguh heran dengan sifat sahabat kecilnya yg satu ini.dulu ia pernah mengira kalau Junsu itu seorang peramal,karena Junsu bisa tau segala hal,tanpa ada yg memberitahunya.
“itu karena..dirimu,sikapmu sangat gampang terbaca..”jawab Junsu sok keren.
Sunhi menghadapkan tubuhnya didepan Junsu.”sejak kapan..kau tahu..aku menyukai Jinki..”selidik Sunhi.
“dari awal..tahun ajaran,tepatnya saat upacara penyambutan murid baru..dua tahun yg lalu”
Sunhi benar-benar kaget sekarang,dengan mulut yg menganga lebar.”kkau..kenapa tidak pernah memberitahuku..”
Junsu menunduk,air mukanya berubah muram.”sebenarnya..aku ingin memberitahunya,tapi aku batalkan niat itu..karena aku ingin mendengar kau menceritakannya langsung padaku”Junsu memain-mainkan bola yg ada didepannya.
Sunhi jadi merasa tak enak pada Junsu,karena tidak menceritakan hal ini padanya,padahal selama ini ia selalu bercerita apa saja pada Junsu,termasuk seluruh keluhan,rahasia..juga masalah yg sedang ia hadapi.tentu saja..itu karena Junsu adalah sahabatnya dari kecil,rumah mereka bersebelahan,bahkan keluarga mereka pun sangat akrab,Sunhi bahkan menganggap Junsu itu seperti kakaknya sendiri,dan keluarga Junsu..sebagai keluarganya sendiri,tapi..kenapa ia malah tak menceritakan hal ini padanya.
“Junsu oppa..mianhe..”sesal Sunhi.kini gilaran Junsu yg kaget mendengar ucapan Sunhi.
“apa..kau memanggilku apa…ucapkan sekali lagi”wajah Junsu langsung terlihat bahagia.
“ah..aku tak mau mengulangnya”Sunhi pun tak sengaja mengucapkan itu,jadi ia malu tuk mengucapkannya satu kali lagi.
“ayolah sunhi-ah..just once again..jebal..”pinta Junsu memelas.
“ne..ne..Junsu oppa..mianhe..”ucap Sunhi sambil memalingkan wajahnya..malu…
“hehehe….”Junsu terkekeh karena berhasil menggoda Sunhi.”kau lucu sekali..Sunhi”
“ah..sudah lah..aku mau kembali kekelas”Sunhi bangkit dari duduknya,dan melenggang pergi menuju kelasnya.
“ya..Sunhi..wait me..”Junsu menyusul Sunhi.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++


pengumuman

Kepada seluruh siswa yg namanya terdaftar dibawah ini harap kedatangannya di aula gedung sekolah,setelah jam pelajaran terakhir usai.

1.Lee Minhwa
2.Lee Jinki
3.Kim Seohyun
4.Kim Youra
5.Park Sunhi
6 Kim Junsu
7……………..
8……………..

Mohon untuk datang tepat waktu,karena ada pemberitahuan penting yang akan disampaikan.

Gumawo.

Ketua club teather

Kim Taeyon


“ya..ada apa lagi ini”Tanya Onew ketika membaca pengumuman yg ditempel dimading tersebut.
“hmm..entahlahlah”Key mengangkat bahunya.
“kenapa namaku selalu saja terpampang disini sih,dan lagi-lagi dari club teather..”
“hehe..mungkin mereka tertarik denganmu,atau malah mau merekrutmu jadi anggota teather”Key menebak-nebak asal.
“heh..itu tidak mungkin,bukannya yg kudengar mereka malah kelebihan anggota..”
“I don’t know about it…maybe..”
Onew membaca ulang pengumuman itu sekali lagi
“Cuma aku yg dari kelas-A..yg di panggil ke aula sekolah”
Key ikutan membaca pengumuman tersebut sekali lagi.
“dari kelasku ada dua orang..Junsu dan Sunhi”
“heh…bukannya,mereka yg tadi kau sebut sewaktu diruang musik”
Key mengangguk.”ne..Jinki-ah,kau coba saja datang kesana”saran Key.
“ah..entahlah,liat saja nanti”sahut Onew sambil melangkah pergi menjaui papan mading tersebut.Key mengikutinya dibelakang.

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Sunhi yg baru saja berganti baju olahraganya dengan seragam,sudah dikagetkan lagi dengan pengumuman yg ada dihadapannya.
“apa-apaan ini”pekik Sunhi
Junsu yg mengekor dibelakangnya,menabrak tubuh Sunhi yg berhenti mendadak didepan madding.
“ya..Sunhi-ah..kenapa kau berhenti mendadak sih”
“naega…”tunjuk Sunhi
Junsu mengikuti arah jari Sunhi.”heh..apa itu maksudnya,kenapa ada namaku..”
“bukan Cuma namamu..namaku juga ada”
“tunggu..”
“wae..”
“itu..namanya Jinki juga ada”
Sunhi melihat pengumuman itu sekali lagi..”hah..i-iya..kenapa ia juga bisa ada”
Junsu menatap Sunhi..”ya..seharusnya kau senang,bukankah..itu kesempatan emas..untuk bertemunya di dalam satu ruangan..sebaiknya kita datang saja sehabis pulang sekolah nanti”
“aku ragu..”
“sudahlah..ayo kita kembali kekelas..”Junsu menarik tangan Sunhi tuk kembali kekelas.


++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


Teett…teett…bel pulang sekolah berbunyi,siswa-siswa berhamburan keluar kelas.
“Sunhi-ah..palli-palli..”teriak Junsu didepan pintu kelas.
“ya..kau duluan saja,aku belum selesai membereskan buku2ku’’
“kalau begitu aku duluan ke aula..ingat Sunhi..kau harus datang..ini kesempatanmu”Junsu mengingatkan.
“ne..arraseo..sudah2..sana”sebenarnya Sunhi malas tuk datang kesana,tapi ia tidak tega jika harus membiarkan Junsu disana sendirian.
“ah..sudahlah,lebih baik aku kesana”Sunhi berlari keluar kelas..bergegas menuju aula.tiba-tiba….
BRAKKKSS…
Aarrghh..Seseorang menabraknya,tubuh Sunhi oleng hampir jatuh,namun ada tangan yg menangkap pinggangnya.posisi mereka sekarang seperti sedang menari jazz.
“kau tidak apa-apa..”Tanya orang itu lembut.Sunhi membuka satu matanya,tubuhnya langsung kaku seketika.
“n-ne..gwencannayo”ucap Sunhi terbata-bata karena gugup….



TCB..

No comments:

Post a Comment