Saturday, January 2, 2010

My Heaven..It's My Life..


chara:
*Song Hye sang(noriko kaoin)
*seluruh anak SHINee
*Lee Soo Man..



++++++++++++++++++++++++++


Gedung Jinro,adalah kantor yg mengelola tempat penghubung antara dunia nyata dan dunia setelah mati,makhluk2 yg berdiam disana bertugas menjadi penuntun roh,yg karena suatu hal bingung memilih antara hidup dan mati.Mereka disebut Poyujuda


Di dalam gedung Jinro….

“Choi Minho,Lee Jinki,hari ininada tugas untuk kalian berdua”Lee Soo Man sebagai Tsue(pemimpin sekaligus ketua darp para Poyujuda)memberikan selembar kertas kepada mereka berdua,Minho menyambut kertas tersebut.
“itu adalah data dari roh hari ini”Lee Soo Man menjelaskan.
“tuntun agar roh ini memilih pintu yg benar”perintah Soo Man,seraya meninggalkan mereka berdua.

“siapa lagi kali ini”Jinki membaca data yg ada ditangan Minho tersebut.

Song Hye Sang,gadis berumur 17 tahun,kelas 2 jurusan piano dari sebuah sekolah musik terkenal,orangtuanya pemusik terkenal yg sekarang berada diluar negeri.

“kalau melihat riwayatnya,sepertinya orang yg hebat”puji Minho membaca data gadis itu,Jinki mengangguk setuju.mereka melanjutkan membaca data tersebut.

Hari ini jam 3 siang,saat pulang sekolah,dia ditabrak sebuah mobil diperempatan jalan,saat itu juga rohnya terpisah.

“kejam..sekali yg menabraknya”komentar seseorang dibelakang Minho dan Jinki
“Taemin-ah”
“hyung..ayo cepat kita tuntun agar rohnya kembali ketubuhnya”Lee Taemin seorang Poyujuda yg baru dua bulan bekerja disana,tiba-tiba ikut nimbrung diantara Minho dan Jinki..dia bahkan dengan penuh semangat ingin segera turun kebumi menghampiri roh gadis itu,Jinki menahan bahu Taemin.
“ya..jankanman..Taemin-ah”
“mwo..”
“kau belum terlalu mengerti yah,kalau dia ingin kembali ketubuhnya,rohnya tidak akan tersesat,dia bingung memilih antara hidup dan mati.karena ada keinginan yg belum terpenuhi”
“keinginan?!”gumam Taemin pelan,dia kebingungan karena dia..baru bekerja disini..dan salah satu Poyujuda termuda di gedung Jinro ini.

Ditempat lain…Rumah Sakit Gyeonggi

Song hye sang menatap tubuhnya yg terbaring lemah diatas ranjang rumah sakit,lalu dia memandang kearah luar jendela..tatapan matanya kosong.
“apa aku harus kembali”batinnya bimbang.

Tiba-tiba Hye sang dikagetkan oleh 3 orang laki-laki yg melayang seperti dirinya..berada dihadapannya.mereka tersenyum dan menyapa Hye sang.

“siapa kalian..kenapa kalian tahu namaku?”Tanya Hye sang datar.
“kami Poyujuda”sahut Jinki
“p-poyujuda?!apa itu..”
“kami adalah penuntun roh..yg disebut poyujuda,kami bertugas menuntun roh tersesat seperti kau agar memilih pintu yg benar”
“eh..pintu yg benar..maksudnya”Hye sang semakin tidak mengerti,dengan penjelasan yg diberikan oleh Jinki tersebut.
“begini maksudnya..untuk roh yg baru terpisah dari tubuhnya ada dua pintu berbeda,satu pintu untuk kembali ketubuhnya,satu lagi ke akhirat..dalam waktu 24 jam,orang tersebut harus memutuskan mana pintu yg akan dipilih.tugas kami membuka pintu itu”Minho membantu menjelaskannya pada Hye sang.
“jadi aku belum mati”
“ne..kau bisa segera kembali ketubuhmu”Taemin ikut menambahkan..padahal dia tidak ditugaskan kali ini,namun Taemin memohon kepada Minho dan Jinki dengan wajah memelasnya,untuk ikut bersama mereka.Minho dan Jinki..akhirnya memperbolehkannya ikut,dengan syarat dia harus bisa menjaga sikapnya,tidak ngomong sembarangan…dan yg terpenting..tidak memberitahukannya pada Tsue mereka Lee Soo Man.

“aku tidak mau kembali”sahut Hye sang cepat,dan membuang mukanya
“hah?!”Taemin bingung,beegitu juga Minho dan Jinki.
“aku sendiri yg melompat kemobil itu”
“kenapa”Tanya Taemin heran.
“karena aku ingin mati”Hye sang tersenyum lembut kepada mereka bertiga,lalu berlalu meninggalkan mereka.

Tak dapat disangkal lagi,jadi dia bukannya tersesat.

“jadi dia bunuh diri”ucap Minho
“ada kemungkinan begitu”sahut Jinki,sambil membetulkan posisi kacamatanya.

Walaupun begitu…pasti ada alasan..mengapa dia masih bingung…

Minho,Jinki,dan Taemin mengikuti roh gadis itu pergi
“hyung..tolong ajari aku cara bekerja”Taemin menarik-narik jubah Minho,ditengah-tengah perjalanan mereka,Jinki tersenyum melihat hal itu.
“hah..,apa maksudmu”Minho mengurut dahinya.
“aku ingin sekali membantu gadis itu,aku sangat penasaran..kau mau kan mengajariku bagaimana caranya…jebal..”Taemin memohon .
“ne..ne..baiklah..tapi selama bersama kami..kau harus bersikap yg pantas,jangan sembarangan”Minho menyerah.Jinki hampir saja tertawa melihat kejadian itu..mengingat sikap Minho yg selama ini selalu dingin dengan Poyujuda baru..akhirnya bisa diluluhkan olehTaemin.
“baik aku akan berusaha”Taemin mengepalkan tangannya keudara.
Jinki mengacak-acak rambut Taemin.
Mereka bertiga masih mengikuti roh gadis tersebut,hingga roh gadis itu berhenti didepan sebuah game center.

Waktunya tinggal 18 jam…

“kau bisa main game ini”Tanya Jinki yg langsung berada disamping Hye sang.
Hye sang menggeleng ’’aku belum pernah main,aku baru pertama kali ketempat seperti ini”
“hah!! Jadi kalau anak orang elit mainnya dimana?!”potong Taemin,lagi2 ngomong sembarangan.

Hye sang menoleh kearah Taemin,lalu tersenyum tipis”bukan begitu,Cuma kalau pulang sekolah aku langsung les,tidak pernah main dulu,semua orang disekitarku begitu,temanku semuanya pemusik..senang sih..tapi..”Hye sang tak melanjutkan kata2nya..ada gurat kesedihan didalam matanya.

Tiga poyujuda tesebut terdiam mendengar kalimat yg dikeluarkan Hye sang,mereka mencoba tuk mendengarkan kelanjutannya….

“aku tidak bisa menyentuh,ya..?!”ucap Hye sang tiba-tiba,ia mencoba menekan tombol salah satu permainan yg ada didepannya..tapi tidak bisa.
“kupikir mungkin bisa menyentuh barang…”
“tidak bisa…”potong Minho cepat.”ada peraturan bahwa kita tidak boleh ikut campur dengan dunia ini”.
“begitukah..”Hye sang menatap kedua tangannya..seperti ada sesuatu yg dikhawatirkannya,Jinki yg melihat itu menghampiri Hye sang.
“apa ada yg kau khawatirkan”Tanya Jinki ramah.
“apa aku terluka”Hye sang bertanya,sambil menggenggam kedua tangannya.
“kau..mau lihat sendiri?! Kita lihat apa tanganmu baik2 saja”Jinki menarik tangan Hye sang.
“ya..kalian juga ikut”perintah Jinki pada Minho dan Taemin.
“mau kemana hyung..”bisik Taemin ditelinga Minho.
“kau lihat saja nanti”sahut Minho singkat..membuat Taemin menjadi penasaran..Minho rupanya sudah mengetahui pikiran Jinki.

Ternyata Jinki membawa mereka bertiga,kembali kerumah sakit Gyeonggi..tempat dimana tubuh Hye sang terbaring tak berdaya.
Jinki menghampiri tubuh Hye sang,kemudian mengangkat tangan Hye sang pelan dan memeriksanya,lalu ditunjukkannya pada roh Hye sang.”syaraf tanganmu baik2 saja,tidak ada yg terluka..kau bisa lihatkan?!”
“syukurlah”senyum diwajah Hye sang mulai berkembang.

Taemin yg melihatnya dari jauh mulai memahaminya. ”rupanya begitu” batinnya.

“kau suka piano,kan”Tanya Jinki.
Seketika air muka Hye sang berubah muram,dia kemudian menunduk menatap lantai putih rumah sakit.
“aku tidak mengerti”Hye sang mengawali ceritanya,..
para poyujuda kemudian diam..tuk mendengarkannya.

“waktu pertama kali mendengar ibuku memainkan canon,aku jadi ingin memainkannya juga,hingga aku mulai belajar piano”Hye sang menghela nafasnya,dan melanjutkan kalimatnya.

“tiap hari belajar dengan hati bahagia,agar bisa menang dalam kontes musik besar,orang bilang aku punya masa depan cerah dalam musik..kemudian aku masuk sekolah musik elit,tanpa kusadari hari2 yg penuh evaluasi terus kujalani,perbedaan mencolok antara aku dan orang2 yg berbakat,membuatku iri dan cemburu,kata2 penghiburan dari orang tak kudengarkan.aku menyiksa diriku sendiri.lama-lama…jiwaku menjadi lemah dan buruk”

“aku bahkan tidak bisa mendengar suara piano kusendiri,ketika menyadarinya,disaat seperti ini,tak ada orang untukku bersandar...aku sendirian,kegelapan yg meyelimutiku semakin lama semakin dalam,aku berpikir kalau tidak bisa bermain piano,aku tidak ada artinya,aku tersiksa..aku tak mengerti arti hidup,aku menyadari ada mobil yg akan menabrakku,tapi aku tidak berhenti,dan membiarkan mobil itu menabrakku..aku ingin lari dari musik,aku merasa ingin mati”air mata Hye sang tumpah,dia menangis,bahunya bergetar hebat.”pabbo…sungguh bodohnya diriku..”Hye sag mengutuki dirinya.

Minho menggenggam bahunya,mencoba tuk menenanggkan Hye sang
“tenangkan lah dirimu Hye sang..batas waktunya besok jam tiga siang..kau harus segera memilih pintunya”
“tapi…”
“jangan buru2 mengambil keputusan”
Mereka bertiga mengerti perasaan Hye sang sekarang,Taemin yg memiliki perasaan paling sensitive malah ikut menitikkan air matanya.

Waktu tinggal 12 jam lagi……..

Mereka semua berada diatas gedung rumah sakit Gyeonggi
Jinki menghampiri Taemin yg duduk sambil mendekap kedua kakinya.
“Taemin-ah..”panggil Jinki,Taemin hanya menoleh sekilas,lalu ia membenamkan kepalanya diantara kedua kakinya tersebut.
“kau kesal ya?!..pasti kau bingung kareena tidak ada hal yg salah atau benar dalam pekerjaan kita”Jinki menepuk-nepuk kepala Taemin.
“tapi..”
“kita tidak punya waktu untuk bimbang..Hye sang hanya punya waktu 24 jam,tugas kita menuntunnya untuk meemilih pintu yg benar agar tidak ada rasa penyesalan.”Jinki menjelaskannya pada Taemin..Taemin mengangkat wajahnya..menghadap Jinki.
“aku mengerti sekarang..hyung”Sedikit ide muncul di benak Taemin.dia berdiri lalu menarik tangan Hye sang.
“ikuti kami hyung”ajak Taemin pada Minho dan Jinki.
“kemana”sahut Minho dan Jinki bersamaan.
“kita ajak dia mencoba hal2 yg dilakukan anak-anak lain sepulang sekolah”
Minho dan Jinki saling berpandangan,ketika mendengar jawaban dari Taemin.
“sepertinya..anak itu mulai berkembang..”bisik Jinki pada Minho.
“aku pikir juga begitu”

Mereka berempat mulai memasuki satu persatu pusat perbelanjaan,game center,tempat karaoke,gedung bioskop..dan lainnya.

“ah..menyenangkan sekali” Hye sang menyandarkan tubuhnya disebuah pohon,setelah mereka semua sudah selesai mengunjungi beberapa tempat,dan beristirahat disebuah taman.
“menyenangkan bukan,kalau mencoba banyak hal seperti ini wawasan jadi lebih luas..kita tidak boleh menyerah cuma karena satu kali gagal..kau bisa melakukan apapun..”Taemin duduk disebelah Hye sang.
“iya..”
“apa kau takut kembali”
Hye sang menutup matanya..dengan kedua belah tangannya,dia tidak menjawab pertanyaan Taemin tadi.

Tinggal 2 jam lagi….

Sayup-sayup Taemin mendengar suara musik,dari mana asalnya..jangan-jangan….

“hye sang-ssi..bagaimana kalau kita kesekolah”Taemin kembali menarik tangan Hye sang.
“eh..”Hye sang terkejut,namun ia pasrah..dibawa oleh Taemin.

“sepertinya aku ada firasat”gumam Minho,Jinki tersenyum menanggapinya.
“kita ikuti saja anak itu,mungkin akan ada yg berubah”.

Disekolah Hye sang….
Private lesson..kosong..mereka masuk keruangan itu..

Hye sang menghampiri sebuah piano yg ada didalam rungan tersebut.
“waktu jam istirahat,aku main piano disini atau mendengarkan cd sambil pura-pura memainkan musik”ucap Hye sang.
“waktu sedih,aku membuka jendela lebar2 lalu memainkan canon”

Hye sang FLASHBACK……

Waktu hari itu…
Ting..ting..ting…Alunan musik piano..bergema diruangan ini,dimainkan olehku,tiba2 ada seseorang bertepuk tangan,dia memuji permainan pianoku.
“wah..hebat..permainanmu hebat”puji laki2 itu.
“ada apa ini,kau siapa…”tanyaku bingung sekaligus kaget.
“mianhe..sudah bikin kamu kaget..aku Ki bum kelas 2..panggil saja Key…aku sedang makan siang waktu mendengar kau memainkan canon..suaranya sangat merdu..boleh tau namamu?”dia berbicara panjang lebar.
“ Song Hye sang..imnida..kelas 2 jurusan piano”
“Song hye sang ya..?namamu bagus…boleh kupanggil Hye sang”
aku hanya menganggukkan kepalaku.
“boleh aku mendengar permainanmu terus..aku nggak akan mengganggu..aku nggak akan mengajak ngobrol ketika kau memainkannya..janji..”laki2 itu tersenyum manis padaku,aku senang..jika permainanku ada yg menyukainya..jadi kumembolehkannya..untuk mendengar permainan piano ku..
Sejak saat itu Key sering datang untuk mendengarkanku main piano,mungkin Cuma dia yg sadar kalau aku tidak ada..

Hye sang Flashback END….

“ah..aku tidak bisa menyentuhnya..”Hye sang mencoba menyentuh canon yg ada didepannya.
“tidak ada suaranya juga tidak apa-apa..aku ingin memainkan canon sekali lagi”Hye sang sangat ingin menyentuh tuts-tuts piano itu sekali lagi,para poyujuda yg melihatnya merasa kasian..

“apa tidak ada cara agar Hye sang bisa memainkan piano itu”bisik Taemin pada Minho..Minho menggeleng tegas..Taemin menatap Jinki,namun Jinki hanya mengangkat kedua bahunya..
”entahlah”ucapnya pelan.

Taemin menghampiri Hye sang..dia memegang kepala Hye sang dengan telapak tangannya.dia tidak yakin akan hal ini..tapi Taemin tetap melakukannya.
“dengan kekuatanku..kau bisa menyentuh semua barang”ucap Taemin..
“apapun yg kau katakan tidak ada pengaruhnya..”sela Minho,namun Jinki menyuruh Minho diam..

“Hye sang..ayo mainkan pianonya..”dan diluar dugaan Hye sang dapat menyentuh piano itu..dia mulai memainkan canon tersebut..ting..ting..ting..
“suaranya kedengaran”gumam Taemin.Minho membelalakkan matanya tanda tak percaya…Jinki hanya tersenyum..lalu dia berjalan menuju jendela,dan membukanya lebar2.
“kalian nanti harus menulis laporannya..dan menyerahkannya pada Soo Man”ujar Jinki.
Minho akhirnya tersenyum.”baiklah…”balasnya.
Permainan piano Hye sang sangat indah,suara pianonya semakin kencang..hingga terdengar sampai jauh.menggapainya…

Braksszz….Tiba-tiba pintu ruangan tersebut terbuka,dan muncullah seorang anak laki-laki..sepertinya dia habis berlari-lari keruangan itu.
“HYE SANG..”teriak laki2 yg ternyata adalah Key,dia melirik kanan-kiri,
“Key..kok bisa..”Hye sang bingung melihatnya,namun Key tidak dapat melihat dirinya,tentu saja karena..Hye sang sekarang menjadi roh dirinya tidak dapat dilihat..begitu juga dengan para poyujuda.

“kenapa sih..”Jonghyun..sahabat Key..terlihat ngos-ngosan karena mengejar Key.
“aku mendengar suara piano Hye sang dari ruangan ini”sahut Key
“ya..pabbo..ya..Hye sang sejak kemarin masuk rumah sakit karena kecelakaan,jadi tidak mungkin dia memainkanya..mungkin piano anak lain."
“tapi permainan canon milik Hye sang sangat unik,aku bisa membedakannya”sangkal Key.
“telingamu memang tajam..tapi itu nggak mungkin..mungkin ada yg lagi latihan..Hye sang sejak masuk sekolah ini belum pernah menang kontes music,kan?!kau sendiri bilang…sudah beberapa hari ini suara pianonya aneh”
Key menggelengkan kepalanya..”dia akan kembali..orang yg bisa mengeluarkan suara sejelas dan seindah itu..nggak akan mudah meninggalkan musik”Key tetap menyangkal ucapan Jonghyun.
“ya..sudahlah..sebaiknya kita kembali kekelas sekarang”ajak Jonghyun.."lagian tadi mungkin hanya halusinasimu saja..karena kau merindukan permainan pianonya..iya..kan..”Jonghyun malah menggoda Key.
Key menghela nafas pendek “aku akan mengabaikan janjiku..lain kali aku akan mengajaknya ngobrol”sahut Key..mereka berdua berjalan meninggalkan ruangan itu..tuk kembali kekelas.

Tak terasa air mata menetes di pipi Hye sang..dia sangat terharu..kata2 Key barusan menggiang-ngiang ditelinganya….

Walaupun aku kembali..dunia yg penuh persaingan tak akan berubah..aku mungkin akan terluka lagi..tapi..di dunia tak terhitung banyaknya kebahagiaan yg membuat dada terasa meledak.jangan membuang masa depanmu…
Hye sang sudah memutuskan pilihannya…dia sudah berpikir cukup lama…

“aku akan berusaha..karena aku suka piano..maka aku akan kembali ketubuhku..”Hye sang tersenyum bahagia..walaupun airmata terus mengalir dimatanya.
Taemin juga terharu ia memeluk Hye sang..”aku mendukungmu..hwaiting..Hye sang-ssi”Taemin menyemangatinya
“gumawo..”balas Hye sang..dalam pelukannya.
Jinki dan Minho pun ikut merasakan kebahagiaan itu..Minho maju kedepan..Hye sang.
“Hye sang-ssi..sekarang tutup kedua matamu..”perintah Minho..Hye sang menutup matanya.
“kau bisa melihat pintunya…maju terus jangan menoleh ke belakang..begitu kau siuman ingatanmu tentang tempat ini akan hilang”
Perlahan-lahan..roh Hye sang kembali ketubuhnya
“annyeong…Song Hye Sang”ucapan terakhir dari ketiga Poyujuda itu.

Waktu habis..tugas mereka selesai…dan mereka kembali ke..gedung Jinro…


Rumah sakit Gyeonggi…

Perlahan-lahan mata Hye sang mulai membuka kesadarannya memulih,dia mengangkat kedua tangannya,lalu menoleh kesisi ranjangnya.disana terlelap seorang lelaki yg sepertinya kelelahan karena menjaga Hye Sang.
Hye sang tersenyum..”Key..”panggilnya pelan sambil mengelus..rambut laki-laki itu.
Key membuka matanya…kemudian menguap..”Hye sang..kau sudah sadar”Key kaget bercampur gembira.Hye sang mengangguk..sambil tersenyum..
Key langsung merengkuh Hye sang..membawanya kedalam pelukannya.
“untunglah…kau sudah sadar”bisik Key pada Hye sang,dia mempererat pelukannya pada Hye sang.
air mata bahagia membasahi pipi Hye sang sekali lagi.

--------------------------------END-----------------------------------------

No comments:

Post a Comment