
*Choi Minho
*Lee Taemin
*Angela White/Kwon Seena is Seena Kwon unnie
*Alice Rosario/Hwang Jung Eum is Lint Hwang ‘Jung Eum’
Disclaimer : all in this just my imagination..
Inspired by: banyak banget..sampai tak dapat saya sebutkan satu-satu..terutama dulu..lagu Magic Castle’nya DBSK..^^
A/N : sebelumnya author mau menjelaskan sedikit beberapa kata yg mungkin tidak dipahami dicerita ini.
Tentang Witch dan Wizard..Witch adalah sebutan untuk penyihir wanita,dan Wizard sebutan
Untuk penyihir laki-laki.(didapat dari beberapa sumber informasi di internet dan buku^^)
~Enjoy~
+++++
Part.2
ARGHHH….teriakan nyaring menggema di dalam kastil itu.
“Kau..Regina..bagaimana bisa kau membiarkan mereka kabur dari sini”seorang wanita tua mengancungkan tongkat sihirnya ke depan wanita yg dipanggilnya Regina itu.
“maafkan hamba yang mulia Etha..ini semua karena kelalaian hamba..hingga mereka bisa kabur dari pengawasan” Regina berlutut di hadapan wanita tua itu.bibirnya mengeluarkan cairan merah akibat serangan dari tongkat Penyihir jahat bernama Etha tersebut.
“tentu saja..ini semua karena kesalahanmu..penyihir tak berguna!!” umpat Penyihir Etha,sambil mengucapkan sesuatu dan kembali menyerang Regina dengan tongkat sihirnya,cahaya berwarna kehijau-an yg keluar dari tongkatnya tersebut membuat tubuh Regina terpental jauh kebelakang hingga menabrak tembok kastil.
“ARGHHH….” Regina berteriak kesakitan,ini adalah sihir kedua yg didapatkannya dari Etha..setelah yg pertama tadi tubuhnya menabrak kaca jendela kastil hingga pecah,dan membuat luka disekujur tubuhnya.Regina tak bisa melawan serangan-serangan sihir tersebut,karena tenaganya sudah dihisap sepenuhnya oleh Etha..dan tongkat sihirnya sekarang beralih tangan kepada Penyihir jahat itu..Etha.
Belum puas melihat Regina kesakitan,penyihir jahat itu lalu menyerangnya lagi dengan sihirnya,dan kali ini menabrakkan tubuh Regina pada patung-patung ksatria yg berjajar di samping kastil,membuat patung-patung tersebut jatuh dan menimpa tubuh Regina,hampir saja salah satu pedang pada patung ksatria tersebut jatuh mengenai wajah Regina,untung sebelumnya Regina sempat menghindari pedang tersebut,walaupun pedang itu akhirnya jatuh hanya beberapa inci dari wajahnya.
Jubah yg dikenakan Regina sudah sobek dimana-mana,tubuhnya basah oleh keringat dan juga darah yg dikeluarkan dari goresan-goresan pada tubuhnya. Napasnya sudah tak beraturan dan tenaganya sudah habis terkuras,air liurnya sudah bercampur dengan darah yg keluar dari bibirnya.
“a-ampuni hamba yang mulia..” ucap Regina dengan sisa tenaganya.
Etha menatap tubuh Regina yg tersungkur diantara patung-patung ksatria dengan tatapan penuh amarah dan kebencian.
+++++
Taemin berhasil melewati gerbang Kastil tua itu dengan mudah,dan meneruskan langkahnya menuju pintu utama kastil yg sangat besar dan terbuat dari kayu Trops (kayu dari pohon sihir). Minho yg berhasil melepaskan diri dari ikatan akar-akar mencoba mengejar Taemin hingga sampai kedepan pintu kastil,tinggal beberapa langkah saja Taemin memasuki pintu tersebut,tiba-tiba tubuhnya terpental kebelakang dan jatuh membentur tanah.
“Taemin…”teriak Minho yg terkejut melihat tubuh Taemin tiba-tiba terpental..dia bergegas menghampiri Taemin,dan mencoba menbantu adiknya itu berdiri,namun ditepis oleh Taemin.
Tiba-tiba kabut putih datang meliputi sekeliling kastil tersebut bersamaan dengan angin yg berhembus kencang,Taemin dan Minho mencoba melindungi wajah mereka dengan tangan dari kabut dan angin tersebut. Kabut dan angin tersebut mengumpal menjadi satu dan berputar-putar mengelilingi kastil,dan kemudian mendadak hilang dalam sekejap tepat didepan pintu kastil.
Minho dan Taemin mengikuti arah kabut itu menghilang,yang tiba-tiba digantikan dengan dua sosok makhluk wanita yg sekarang berdiri di depan pintu utama kastil.
“s-siapa kalian..” Tanya Taemin kepada dua wanita yg muncul didepan kastil tersebut.
“seharusnya kami yg bertanya ..siapa kalian dan mau apa kalian ke Magic Castle ini?!” jawab salah satu dari wanita tersebut.
Minho melirik Taemin yg diam disebelahnya,lalu memandang kedua wanita tadi.
“kami..tidak sengaja datang kesini..kami hanya tersesat ketika diperjalanan pulang..” ucap Minho mencoba membohongi kedua wanita itu.
“kalau begitu keluarlah dari kastil ini..karena area ini berbahaya bagi kalian”
“baiklah..kami berdua akan..
“tidak!!”potong Taemin segera.
“aku tidak akan pergi dari sini..aku akan masuk kedalam kastil itu” lanjutnya dengan tegas,dan ingin melangkah menuju pintu kastil itu,namun langkahnya dihalangi oleh Minho yg bergerak cepat kehadapan Taemin.
“jangan menghalangi jalanku,kak..” ucap Taemin datar dengan rahang yg sudah mengeras.
“lebih baik kita segera pergi dari sini “sahut Minho
“tidak akan”
“Taemin mengertilah..
“sekali lagi kuberitahukan,aku tidak akan pergi sebelum membawa ibu keluar dari kastil itu..”teriak Taemin didepan wajah Minho.
Minho yg kaget dengan ucapan Taemin tersebut langsung ,menarik kerah baju Taemin..kali ini kesabaran Minho sudah habis dibuatnya
“heh!!..kau bilang apa..mau menyelamatkan ibu?!…apa kau tak pernah berpikir..kalau kau bisa saja mati terlebih dahulu dibunuh oleh penyihir hitam tersebut sebelum,kau sempat menyelamatkan ibu” bentak Minho masih menggenggam erat kerah baju Taemin.
Taemin tersentak mendapat bentakan dari kakaknya itu.
“kau..kira kau bisa menyelamatkan ibu seorang diri,kau kira kekuatanmu sudah cukup hebat untuk menolong ibu…apa yg sedang kau pikirkan Lee Taemin..Hah!! suara Minho begitu tajam dan kaku.
“tunggu..sebentar..apa kalian Choi Minho dan Lee Taemin?!” Tanya suara di belakang mereka,Minho dan Taemin serempak menoleh kesuara itu,yg ternyata milik dua wanita yg tadi berdiri didepan pintu kastil.
Minho melepaskan genggaman tangannya dari kerah baju Taemin dan menatap kedua wanita yg kini berjalan kearahnya dan Taemin berdiri.
“benar..”sahut Minho tegas.
“bagaimana kalian bisa tahu nama kami berdua?!”lanjutnya.
Dua wanita itu saling berpandangan,lalu kembali menatap Minho dan Taemin.
“aku Angela White,dan ini adikku Alice Rosario..kami berdua adalah white witches” Angela memperkenalkan dirinya dan adiknya pada Minho juga Taemin.
Hampir bersamaan Minho dan Taemin membelalakkan matanya,ketika dua wanita asing yg muncul tiba-tiba tersebut memperkenalkan dirinya dan menyebut nama mereka.
“ Qwinsha White Witches (penyihir putih bangsawan)” gumam Minho,seraya berlutut dihadapan Angela,begitu juga dengan Taemin.
“berdirilah..”ucap Angela merasa tak enakkan melihat Minho dan Taemin berlutut dihadapannya.
“kalian berdua putra dari Grein Regina,kan?! Tanya Angela pada Minho(Grein= penyihir ksatria,yg bertugas melindungi penyihir bangsawan)
Minho mengganggukkan kepalanya,sedangkan Taemin hanya diam saja..karena masih kesal dengan kedua wanita itu, yg tadi menghalanginya tuk masuk kastil tersebut.
“apa maksud kalian berdua datang kesini untuk membebaskan Grein Regina?!” kali ini Alice yg berbicara.
Minho memandang Taemin yg mengepalkan kedua tangannya disamping.
“tentu saja..itu tujuan utama kami” sahut Taemin sebelum Minho ingin membuka mulutnya tuk menjawab.
Tatapan Angela dan Alice tertuju pada Taemin.Taemin membalas tatapan mereka berdua. Mata jernih keabuan milik Taemin tampak mengkilat,bertanda bahwa hatinya diselubungi dendam dan kemarahan.
“Taemin..”panggil Minho khawatir,Taemin menoleh kearah kakaknya itu.
“kak..aku tahu tahu kekuatanku masih belum mampu tuk mengalahkan si tua Bangka Etha itu,aku juga tahu kalau aku hanya penyihir level rendah diantara penyihir putih lainnya,aku tahu aku terlalu egois..dan begitu bodah..tapi kak,apa kau tahu sudah berapa lama ibu mengorbankan tubuh bahkan jiwa dan raganya untuk penyihir jahat itu..berapa lama ibu menderita karena disiksa tiap hari olehnya..kau tidak tahu kan,kak….” Taemin menarik nafasnya sejenak.
“kau mau tahu..apa yg aku lakukan tiap hari pergi kekastil ini?!..hanya untuk melihat keadaan ibu,tapi..apa..yg kudapatkan..jangankan melihat dirinya..aku malah mendengar teriakan ibu,ibu berteriak pasti karena disiksa oleh penyihir itu..” Taemin menutup wajahnya dengan tangannya,kemudian mengacak-acak rambutnya sendiri dan berjalan mondar-mandir disisi Minho.
Minho terdiam mendengar kalimat yg meluncur dari mulut Taemin,bahkan dia tak bisa mengeluarkan sepatah katapun tuk menyahutnya,bibirnya terkatup rapat..
“ya..ampun jadi selama ini..Taemin ke kastil ini,untuk memastikan keadan ibu..bodohnya diriku..tidak menyadari hal ini..bodoh sekali kau Minho” batin Minho,dia merasa dirinya kadang tidak lebih baik dari Taemin,dan tekadang baginya pemikiran Taemin lebih dewasa daripada dirinya sendiri.
Mereka berempat tenggelam dalam pikiran masing-masing,tidak ada yg berniat untuk berbicara..baik Minho dan Taemin,maupun Angela dan Alice..suasana hening beberapa saat,namun keheningan itu tak bertahan lama..karena tiba-tiba sebuah pecahan kaca dan teriakan..membuyarkan pikiran mereka..
PRANGG..!!ARGHHH….
“suara apa itu..” Minho tersentak kaget
“ibu..” gumam Taemin pelan,dan tanpa pikir panjang dia langsung berlari ke pintu utama kastil.
“tunggu,Taemin..jangan masuk” teriak Alice,namun diacuhkan oleh Taemin,dan terpaksa Alice mengeluarkan sihirnya untuk mencegah Taemin
“De lle Uioyttios” ucap Alice sambil mengibaskan tangan kanannya keudara di ikuti angin yg langsung melemparkan tubuh Taemin hingga jatuh ketanah lagi.
“kau..”Taemin marah,lalu bangkit dari tanah dan juga mengangkat tangannya,ingin membalas perbuatan Alice yg baru saja menjatuhkannya ke tanah,sebelum itu terjadi Minho menahan tangan Taemin.
“hentikan..” sergah Angela.lalu menghampiri Minho dan Taemin berdiri.
“kalian ingin menyelamatkan ibu kalian bukan..dan mengalahkan penyihir hitam itu?!” Tanya Angela dengan raut wajah serius.
“tentu saja” sahut Taemin,Minho memandang Taemin lama..kemudian ia pun ikut menganggukkan kepala.
“baiklah..kalau begitu..kita punya tujuan yg sama..”
“heh..maksudmu..?!” balik Minho bertanya pada Angela.
Angela menatap Alice,lalu berpindah pada kastil yg ada dihadapan mereka.
+++++
Seorang wanita berjubah hitam yg sangat kusam berlari kecil sambil menyalakan cahaya kecil lilin yg dibawanya di lorong-lorong kastil,ketika sampai di ujung lorong wanita tersebut berbelok kekiri dan disana ada sebuah kamar kecil namun terbuat dari besi dan dikunci oleh rantai-rantai dari luarnya.wanita itu berhenti tepat didepan kamar tersebut,sambil mengumamkan suatu mantra dan mengunakan kekuatan terakhirnya wanita itu mencoba membuka rantai-rantai yg mengunci kamar itu dari luar.dan berhasil..rantai-rantai itu terlepas dan terjatuh kelantai kastil dengan suara sedikit berisik.
Wanita itu membuka kamar itu dan melangkah masuk dengan perlahan..
“Grein Regina..”pekik Alice
“sstt..”Regina meletakkan telunjuknya didepan mulut,menyuruh Alice agar tidak berisik.
“ada apa kau datang kesini Regina” Tanya Angela lembut dan berjalan menghampirinya.
“tuan putri..” ucap Regina pelan,sesaat ragu tuk melanjutkan kalimatnya,dan hanya menggigiti bibir bawahnya
“ya,ada apa..?!”Angela memiringkan sedikit kepalanya,bingung dengan tingkah laku Regina.
Regina meraih tangan Angela dan juga Alice yg berdiri disisi Angela,sambil bergantian memandang mereka berdua,membuat Angela dan Alice keheranan.
“pergilah dari sini..” ucapan Regina membuat Angela dan Alice tersentak.
“hamba mohon tuan putri,pergilah dari magic castle ini segera..” Regina kini berlutut dihadapan mereka berdua,sambil memohon.
Angela mengangkat bahu Regina agar berdiri
“apa yg kau katakan Regina..dan apa-apaan ini!!” Angela sungguh bingung dengan Regina yg tiba-tiba berlutut dihadapannya,sambil memohon mereka berdua tuk meninggalkan kastil ini.
“maafkan hamba tuan putri..bukan maksud hamba untuk mengusir tuan putri berdua dari kastil ini,tapi..ini untuk keselamatan kalian berdua..kastil ini sudah tidak aman bagi tuan putri,jadi hamba mohon sekali lagi..segeralah tinggalkan kastil ini” suara Regina bergetar,bahkan dia berbicara sambil menundukkan kepalanya..tak berani menatap Angela dan Alice.
“tapi..kenapa kami harus meninggalkan kastil kami sendiri” Tanya Alice.
“sekali lagi hamba minta maaf..hamba tak bermaksud lancang,tapi tuan putri malam ini..adalah malam bulan purnama,dimana yang mulia Etha akan melakukan ritual “jahatnya” malam ini,dan tentu saja korban berikutnya adalah tuan putrid berdua” jelas Regina
Alice dan Angela berpandangan sejenak
“maksudmu..malam ini Etha akan menyempurnakan kekuatannya,dengan kami sebagai persembahannya” Regina mengangkat wajahnya menatap Angela,kemudian mengangguk lemah.
Alice menutup mulutnya,tak percaya..sedangkan Angela hanya bisa berdiri terpatung.
Regina tiba-tiba memeluk Angela dan Alice secara bergantian.
“maafkan hamba tidak dapat menjaga tuan putri lebih dari ini,tapi hamba akan membantu tuan putri kabur dari sini..
Desa Weds..itulah yg disebutkan Regina terakhir kalinya sebelum dirinya dan adiknya berhasil keluar dari kastil itu.
“tuan putri..pergilah menuju desa Weds..mungkin disana diri kalian akan aman untuk sementara waktu..” bisik Regina ditelinga Angela terakhir kalinya.
++++++
TCB



No comments:
Post a Comment